Stok Bahan Pokok Sumut Aman Jelang Ramadhan, Pemprov Jamin Ketersediaan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan stok bahan pokok aman selama Ramadhan dan Lebaran 1446 H, dengan surplus signifikan pada beberapa komoditi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memberikan jaminan kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok strategis selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah dan Idul Fitri mendatang. Jaminan ini disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat akan potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan tersebut. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Muhammad Juwaini, menyatakan stok bahan pokok aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Juwaini di Medan, Kamis (27/2), menegaskan bahwa stok komoditi pangan utama seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, dan lainnya dalam kondisi aman. Ia memaparkan data stok yang menunjukkan surplus signifikan untuk beberapa komoditi, menunjukkan kesiapan Pemprov Sumut dalam menghadapi peningkatan permintaan selama Ramadhan dan Lebaran.
Data yang disampaikan Juwaini menunjukkan gambaran optimistis. Pemprov Sumut telah melakukan pemantauan dan memastikan ketersediaan bahan pokok jauh melebihi kebutuhan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menenangkan masyarakat dan mencegah terjadinya spekulasi harga yang merugikan.
Stok Surplus Berbagai Komoditi Pangan di Sumut
Lebih rinci, Juwaini menjelaskan bahwa stok beras di Sumut mencapai 387.755 ton pada Februari 2025, sementara kebutuhan hanya 135.659 ton. Artinya, terdapat surplus sebesar 252.096 ton. Kondisi serupa juga terlihat pada komoditi lainnya. Cabai merah misalnya, memiliki ketersediaan 19.826 ton dengan kebutuhan 10.312 ton, sehingga surplusnya mencapai 9.517 ton. Sementara itu, stok daging ayam mencapai 30.724 ton, melebihi kebutuhan 17.206 ton dengan surplus 13.518 ton.
Jagung juga menunjukkan surplus yang signifikan, dengan ketersediaan 425.537 ton dan kebutuhan 135.659 ton, sehingga surplusnya mencapai 252.096 ton. Telur ayam juga melimpah, dengan stok 179.150 ton dan kebutuhan hanya 18.167 ton, menghasilkan surplus 160.983 ton. Data ini menunjukkan bahwa Sumut memiliki cadangan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran.
Dengan data tersebut, Juwaini kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan pokok. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga.
Operasi Pasar dan Pasar Murah Menekan Harga
Meskipun stok bahan pokok aman, Pemprov Sumut tetap berupaya mengantisipasi potensi kenaikan harga. Untuk itu, Pemprov Sumut telah dan akan terus melakukan operasi pasar dan pasar murah di berbagai daerah. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok tetap terjangkau.
Setidaknya enam daerah telah menjadi lokasi pelaksanaan pasar murah, yaitu Kabupaten Serdang Bedagai, Karo, Dairi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Langkat. Juwaini menambahkan bahwa operasi pasar murah akan terus dilakukan, terutama di awal Ramadhan, bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan harga tetap terkendali.
Kerjasama ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, distributor, dan pedagang. Tujuannya adalah untuk menciptakan sinergi yang efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang tanpa khawatir akan harga bahan pokok yang melambung tinggi.
Dengan adanya jaminan ketersediaan dan upaya pengendalian harga yang dilakukan Pemprov Sumut, diharapkan masyarakat dapat merasa tenang dan nyaman dalam menjalani ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri. Komitmen Pemprov Sumut dalam menjaga stabilitas pangan merupakan langkah penting dalam mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.