Waspada Cuaca Buruk! BMKG Prakirakan Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Maluku Utara
BMKG memprakirakan cuaca buruk di Maluku Utara dengan potensi hujan lebat, gelombang tinggi hingga 1,5 meter, dan penurunan jarak pandang; masyarakat diimbau waspada.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di perairan sekitar Maluku Utara (Malut). Peringatan ini disampaikan menyusul prakiraan peningkatan gelombang dan penurunan jarak pandang akibat kondisi cuaca buruk yang diperkirakan akan terjadi. Peringatan ini disampaikan pada Kamis, 3 April, di Ternate. Dampaknya diperkirakan akan dirasakan oleh nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah tersebut.
Kepala BMKG Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Sakimin, menjelaskan bahwa beberapa daerah di Maluku Utara berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di laut. BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini guna mengantisipasi potensi bahaya.
Imbauan kewaspadaan ini dikeluarkan mengingat potensi dampak yang signifikan dari cuaca buruk tersebut terhadap aktivitas masyarakat. Selain potensi hujan lebat, gelombang tinggi juga diperkirakan mencapai 1,5 meter. Kondisi ini tentu berisiko bagi keselamatan nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah Maluku Utara.
Hujan Lebat dan Angin Kencang di Beberapa Wilayah Maluku Utara
BMKG merinci prakiraan cuaca untuk beberapa wilayah di Maluku Utara. Pada pagi hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di Morotai, Dama, Pulau Gebe, Patani, Obi, Mangole, dan sekitarnya. Sementara itu, pada malam hari, hujan ringan diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Maluku Utara. Namun, beberapa daerah seperti Morotai, Galela, Tobelo, Wasile, Subaim, Maba, Weda, Oba, Payahe, Gane Barat, Bacan, dan Kasiruta berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Angin berhembus dari arah Utara – Timur dengan kecepatan 5 – 35 km/jam. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Masyarakat di daerah-daerah yang berpotensi terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah antisipasi.
BMKG juga memberikan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Morotai, Galela, Tobelo, Wasile, Subaim, Maba, Weda, Oba, Payahe, Gane Barat, Bacan, Kasiruta, dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas transportasi akibat kondisi cuaca ekstrem ini.
Kesiapsiagaan Polres Ternate di Pelabuhan
Di tengah prakiraan cuaca buruk tersebut, Polres Ternate memaksimalkan keamanan dan pelayanan di sejumlah pelabuhan Kota Ternate, terutama di Pelabuhan Ferry. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para penumpang, khususnya yang menggunakan rute Ternate-Tidore.
Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, menjelaskan bahwa peningkatan keamanan di pelabuhan merupakan langkah antisipasi mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut, terutama selama momentum Lebaran. Tradisi silaturahmi antar warga Ternate dan Tidore yang memanfaatkan jalur laut menjadi alasan utama peningkatan pengamanan ini.
"Sudah menjadi tradisi, setiap momentum Lebaran, warga Ternate-Tidore menggunakan moda transportasi laut, terutama armada ferry untuk bersilaturahmi," ujar AKBP Anita Ratna Yulianto. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan keamanan bagi masyarakat yang hendak mudik atau bersilaturahmi.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, personel Polres Ternate juga memberikan bantuan kepada penumpang yang membutuhkan, seperti membantu penumpang yang sakit untuk menaiki kapal. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kesimpulannya, BMKG mengimbau masyarakat Maluku Utara untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang dapat menyebabkan hujan lebat, gelombang tinggi, dan penurunan jarak pandang. Polres Ternate juga meningkatkan keamanan di pelabuhan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi laut.