Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Sulawesi Utara Beberapa Hari Ke Depan
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Sulawesi Utara hingga 1 Maret 2025, dengan hujan lebat, petir, dan angin kencang yang berpotensi menyebabkan bencana.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Sulawesi Utara (Sulut). Peringatan ini berlaku hingga 1 Maret 2025, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sulut. Peringatan ini disampaikan oleh Koordinator Bidang Data Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Astrid Lasut, pada Kamis, 27 Februari 2025 di Manado. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem hingga 1 Maret 2025," kata Astrid Lasut. Peringatan ini dikeluarkan menyusul prediksi cuaca yang menunjukkan potensi hujan lebat dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan.
Cuaca ekstrem ini tidak hanya berpotensi menimbulkan hujan lebat dan angin kencang, tetapi juga berisiko memicu bencana sekunder seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting untuk meminimalisir dampak negatif dari cuaca ekstrem tersebut. BMKG menghimbau agar masyarakat selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG.
Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem
BMKG telah merilis rincian wilayah di Sulut yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Pada Kamis, 27 Februari 2025, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah antisipatif.
Pada Jumat, 28 Februari 2025, potensi cuaca ekstrem diperluas ke beberapa wilayah lainnya, termasuk Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Peningkatan kewaspadaan di wilayah-wilayah ini sangat penting mengingat potensi dampak yang dapat ditimbulkan.
Sementara itu, pada Sabtu, 1 Maret 2025, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah ini untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Astrid Lasut juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat Sulawesi Utara agar selalu berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah dalam kondisi cuaca ekstrem. "Kami berharap warga berhati-hati apabila melakukan aktivitas di luar rumah dalam kondisi cuaca ekstrem. Waspadai juga potensi bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," ujarnya. Imbauan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
Selain itu, BMKG juga menyarankan masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG. Informasi yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk membantu masyarakat dalam mengambil langkah-langkah antisipatif dan mengurangi risiko dampak negatif dari cuaca ekstrem. Dengan kesiapsiagaan dan informasi yang memadai, diharapkan masyarakat dapat menghadapi potensi cuaca ekstrem ini dengan lebih baik.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang setempat. Keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Semoga informasi ini dapat membantu masyarakat Sulawesi Utara untuk lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.