35 Keluarga di Seyegan Sleman Mandiri Lepas dari Bantuan PKH
35 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Seyegan, Sleman, DIY, menyatakan graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) karena telah mampu secara ekonomi, menunjukkan keberhasilan program dalam mengurangi kemiskinan.

Sebanyak 35 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah menyatakan diri untuk keluar dari program bantuan sosial tersebut. Keputusan ini diambil karena mereka merasa telah mampu secara ekonomi dan tidak lagi membutuhkan bantuan PKH. Pernyataan graduasi ini disampaikan pada kegiatan graduasi PKH yang diselenggarakan di Seyegan, Kamis (20/3).
Kepala Jawatan Sosial Kecamatan Seyegan, Subagyo Rahayu, mengungkapkan bahwa dari 40 KPM yang hadir, 35 keluarga langsung menyatakan graduasi. Lima keluarga lainnya masih dalam proses diskusi internal keluarga. Program graduasi ini merupakan upaya untuk menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut dengan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan graduasi ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan oleh para KPM yang secara mandiri memilih untuk keluar dari program. Hal ini menjadi simbol kesadaran dan kesiapan mereka untuk hidup mandiri secara ekonomi. Graduasi KPM PKH dapat terjadi melalui dua cara, yaitu secara alami (karena meninggal dunia atau tidak memenuhi syarat) dan secara mandiri (atas kesadaran sendiri karena kondisi ekonomi membaik).
Graduasi PKH: Upaya Mengurangi Kemiskinan di Seyegan
Subagyo Rahayu menjelaskan bahwa jumlah penerima KPM PKH di Seyegan mencapai 4.500 keluarga. Pada tahun 2023, terdapat 25 keluarga yang graduasi dari target 30 keluarga, sementara pada tahun 2024, sebanyak 47 keluarga graduasi dari target 60 keluarga. Untuk tahun 2025, Kecamatan Seyegan menargetkan 80 keluarga untuk graduasi. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Seyegan yang pada tahun 2024 mencapai 11,97 persen, angka yang lebih tinggi dibandingkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman yaitu 7,46 persen.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan bagi masyarakat yang telah lulus dari program PKH. Dukungan tersebut meliputi bantuan usaha melalui Badan Usaha Milik Kelurahan Mandiri (Bumkalma), sertifikasi halal dari KUA, dan pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal ini bertujuan untuk memastikan taraf hidup mereka tetap terjaga setelah tidak lagi menerima bantuan PKH.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Feri Istanto, menyatakan bahwa program graduasi ini penting untuk pemerataan bantuan sosial. Anggaran yang tersedia terbatas, sehingga graduasi memungkinkan bantuan tersebut dapat diberikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Masyarakat juga diyakinkan bahwa masih terdapat berbagai bantuan sosial lain yang dapat diakses, termasuk Jaring Pengaman Sosial (JPS), serta bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman untuk biaya sekolah.
Kisah Sukses Graduasi: Supraptimah
Supraptimah, warga Planggok, Margokaton, Seyegan, berbagi kisahnya. Sejak tahun 2021, ia menerima bantuan PKH karena penghasilannya sebagai guru PAUD hanya Rp250.000 per bulan, dengan tiga anak yang masih bersekolah. Namun, kondisi ekonominya membaik setelah gajinya meningkat menjadi Rp1.300.000 dan suaminya mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha rongsokan.
Keputusan untuk graduasi muncul setelah ia melihat kondisi tetangganya yang lebih membutuhkan namun tidak mendapatkan bantuan karena kuota yang terbatas. Ia juga masih menerima bantuan JPS dari Pemkab Sleman, sehingga anak-anaknya tetap dapat bersekolah. Supraptimah berharap masyarakat tidak ragu untuk graduasi dari PKH, karena pemerintah tetap menyediakan berbagai bantuan lain jika memang masih dibutuhkan.
Program graduasi PKH di Seyegan menunjukkan keberhasilan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan adanya dukungan dan pendampingan dari pemerintah, diharapkan semakin banyak keluarga yang mampu lepas dari ketergantungan bantuan sosial dan berkontribusi pada pengurangan angka kemiskinan di wilayah tersebut. Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa program PKH tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.