Aceh Besar Targetkan Tanam Padi 14 Ribu Hektare di Musim Gadu
Dinas Pertanian Aceh Besar optimis akan menanam padi seluas 14 ribu hektare di musim gadu tahun ini, meskipun beberapa wilayah rawan kekeringan.

Dinas Pertanian (Distan) Aceh Besar menetapkan target ambisius untuk musim tanam gadu tahun ini: menanami sekitar 14 ribu hektare sawah dengan padi. Target ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, dalam wawancara di Banda Aceh pada Kamis, 27 Maret. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Aceh Besar untuk mencapai swasembada pangan, mengingat Aceh Besar merupakan salah satu penghasil padi terbesar di Provinsi Aceh.
Jakfar menjelaskan bahwa target tersebut ditetapkan setelah masa panen musim rendengan (musim hujan) yang diperkirakan selesai pada Maret-April. Petani di Aceh Besar akan memulai penanaman padi di musim gadu atau kemarau pada pertengahan April mendatang. Musim tanam rendengan sendiri berlangsung dari Oktober 2024 hingga Maret 2025, sementara musim gadu diproyeksikan berlangsung dari April hingga September.
Tantangan utama dalam mencapai target tersebut adalah potensi puso akibat kekeringan yang sering terjadi di musim gadu. Untuk mengantisipasi hal ini, Distan Aceh Besar telah menyalurkan bantuan berupa 273 unit pompa air dari Kementerian Pertanian ke daerah-daerah yang berisiko kekeringan. Bantuan ini difokuskan pada daerah yang memiliki sumber air meskipun curah hujan minim.
Mengatasi Kekeringan dan Mendukung Petani
Meskipun telah ada bantuan pompa air, Jakfar mengakui masih ada beberapa wilayah di Aceh Besar yang rentan kekeringan, seperti Siron, Cot Glie, dan Kerbong. Wilayah-wilayah ini terletak jauh dari sumber air sehingga tidak dapat dijangkau oleh bantuan pompa air. Sebagai solusi alternatif, Distan Aceh Besar mendorong petani di wilayah tersebut untuk beralih menanam padi gogo, jenis padi yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan. Pihaknya siap membantu petani yang berminat beralih ke padi gogo.
Lebih lanjut, Jakfar menekankan pentingnya penggunaan pupuk yang tepat, pemilihan benih berkualitas, dan pemeliharaan tanaman yang optimal untuk mencapai hasil panen maksimal. Distan Aceh Besar juga menyediakan penyuluh pertanian yang siap mendampingi petani di lapangan setiap hari untuk memberikan bimbingan dan dukungan teknis.
Target keseluruhan penanaman padi di Aceh Besar tahun ini adalah 37 ribu hektare, dengan target produksi enam ton per hektare. Keberhasilan pencapaian target ini akan sangat berkontribusi pada upaya swasembada pangan di Aceh Besar dan Provinsi Aceh secara keseluruhan.
Strategi Menuju Swasembada Pangan
Sebagai daerah penghasil padi terbesar ketiga di Aceh setelah Aceh Utara dan Pidie, Aceh Besar memiliki peran penting dalam ketahanan pangan provinsi. Oleh karena itu, upaya Distan Aceh Besar dalam mendukung petani melalui penyediaan bantuan, bimbingan teknis, dan dorongan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang menantang patut diapresiasi. Komitmen untuk mencapai swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas padi di musim gadu merupakan langkah strategis yang perlu didukung oleh semua pihak.
Strategi diversifikasi tanaman dengan mendorong penanaman padi gogo di daerah rawan kekeringan juga menunjukkan upaya adaptif yang bijak. Hal ini menunjukkan bahwa Distan Aceh Besar tidak hanya berfokus pada target produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pertanian di tengah tantangan perubahan iklim.
Keberhasilan program ini akan bergantung pada kerjasama yang erat antara Distan Aceh Besar, petani, dan berbagai pihak terkait. Pemantauan dan evaluasi secara berkala juga penting untuk memastikan efektivitas program dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Dengan komitmen dan strategi yang tepat, target penanaman padi di musim gadu di Aceh Besar diharapkan dapat tercapai dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.
"Itu harus dijaga supaya hasilnya maksimal. Kami juga memiliki penyuluh pertanian yang siap mendampingi petani di lapangan setiap hari," kata Jakfar.