Banjir Grobogan: Kemensos Salurkan Bantuan Rp704 Juta
Kemensos mendistribusikan bantuan logistik senilai Rp704 juta untuk korban banjir dan longsor di Grobogan, Jawa Tengah, yang melanda 11 kecamatan dan menyebabkan ribuan kepala keluarga terdampak.

Banjir dan longsor menerjang Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Senin, 20 Januari 2024, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sungai Lusi, Serang, dan Tuntang meluap, mengakibatkan genangan air setinggi 10-70 cm di sejumlah wilayah dan dampak yang cukup signifikan bagi warga sekitar. Akibatnya, Kementerian Sosial (Kemensos) langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan.
Respons Cepat Kemensos
Kemensos langsung mendistribusikan bantuan logistik untuk meringankan beban warga terdampak. "Kami terus berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, terutama mereka yang berada di pengungsian," jelas Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Masryani Mansyur. Bantuan ini berupa paket-paket kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan tempat tinggal.
Rincian Bantuan Kemensos
Bantuan yang disalurkan cukup beragam dan melimpah. Tercatat ada 300 paket perlengkapan keluarga, 300 paket pakaian anak, 620 paket makanan siap saji, 705 paket makanan anak, dan 940 paket lauk pauk siap saji. Selain itu, Kemensos juga memberikan 200 paket sandang dewasa, 200 paket sandang anak, 200 kasur, 300 selimut, 100 tenda gulung, 5 tenda keluarga, dan 2 tenda serbaguna. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp704 juta.
Dampak Bencana Banjir Grobogan
Bencana ini berdampak cukup luas. Sebanyak 11 kecamatan terdampak banjir, sekitar 8.282 kepala keluarga terdampak, enam rumah hanyut, sebelas rumah rusak berat, dan tujuh rumah rusak ringan. Proses pendataan korban masih berlangsung, namun hingga Rabu, 22 Januari 2024 pukul 04.00 WIB, tercatat sekitar 60 jiwa mengungsi.
Upaya Penanganan Bencana
Kemensos, melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, langsung melakukan serangkaian upaya penanganan bencana. Upaya tersebut meliputi pendataan korban, koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk penyediaan tempat pengungsian, serta distribusi bantuan logistik. Berdasarkan laporan Tagana, genangan banjir di beberapa kecamatan seperti Toroh, Karangrayung, dan Kedungjati telah surut. Namun, beberapa wilayah lain masih terendam dengan ketinggian bervariasi.
Kesimpulan
Banjir dan longsor di Grobogan menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Kecepatan respons Kemensos dalam pendistribusian bantuan logistik menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu korban bencana. Kolaborasi antara Kemensos dan Tagana serta pemerintah daerah menjadi kunci dalam penanganan bencana dan pemulihan pasca bencana ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan.