IHSG Rebound: Kepastian Danantara dan Dividen Himbara Dorong Penguatan Pasar Saham
Penguatan IHSG didorong oleh kepastian struktur kepengurusan Danantara dan dividen besar Himbara, serta aksi buyback saham yang menandakan kepercayaan diri manajemen.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami rebound signifikan, menguat lebih dari tujuh persen dari titik terendahnya di 5.996,96 pada Senin (24/3) hingga mencapai 6.510,62. Penguatan ini terjadi setelah pengumuman struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal ini menunjukkan dampak positif dari kebijakan ekonomi pemerintah dan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan-perusahaan BUMN.
Menurut Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, kenaikan IHSG didorong oleh beberapa faktor kunci. Aksi buyback saham dan pembagian dividen jumbo oleh bank-bank Himbara menjadi daya tarik utama bagi investor. Kejelasan struktur kepengurusan Danantara yang diisi oleh tokoh-tokoh profesional juga berhasil meredakan kekhawatiran pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.
"Kenaikan ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor utama, terutama aksi buyback saham dan pembagian dividen jumbo oleh bank-bank Himbara, serta kejelasan struktur kepengurusan sovereign wealth fund (SWF) Danantara yang meredakan ketidakpastian pasar," ujar Hendra.
Kepastian Danantara dan Kepercayaan Investor
Pengumuman susunan kepengurusan BPI Danantara yang profesional dan berbasis meritokrasi memberikan angin segar bagi pasar. Penunjukan lebih dari 40 direktur dan manajer senior dengan latar belakang profesional global, terutama di sektor keuangan dan investasi, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengelola ekonomi secara pragmatis. Hal ini juga menjadi respons positif terhadap skeptisisme pasar sebelumnya terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan baru.
Hendra menambahkan bahwa penunjukan tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk membangun kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional. Dengan adanya kepastian kepemimpinan yang kompeten, diharapkan Danantara dapat menjalankan perannya sebagai sovereign wealth fund dengan efektif dan efisien.
Struktur kepengurusan Danantara yang telah diumumkan pada Senin (24/3) diisi oleh tokoh-tokoh berpengalaman di bidang keuangan dan investasi, memberikan sinyal positif bagi pasar. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memilih individu-individu yang tepat untuk mengelola investasi negara.
Dividen Jumbo Himbara dan Aksi Buyback
Hasil RUPST Himbara juga menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG. Aksi buyback saham yang dilakukan oleh Himbara menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap valuasi saham mereka yang dinilai masih undervalued. Hal ini menjadi sinyal positif bagi investor, karena menunjukkan bahwa manajemen yakin saham mereka memiliki potensi pertumbuhan di masa depan.
Pembagian dividen besar oleh Himbara juga menjadi daya tarik utama bagi investor yang mencari imbal hasil menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Besarnya dividen yang dibagikan menunjukkan kinerja keuangan Himbara yang solid dan kemampuan mereka untuk memberikan keuntungan kepada pemegang saham.
Berikut rincian dividen dan buyback saham Himbara: BBRI (Rp51,73 triliun, 86,02 persen dari laba bersih 2024, buyback Rp3 triliun); BMRI (Rp43,5 triliun, 78 persen, buyback Rp1,17 triliun); BBNI (Rp13,95 triliun, 65 persen, buyback Rp1,5 triliun); dan BTN (Rp751,83 miliar, 25 persen).
Penutup
Penguatan IHSG yang signifikan ini menunjukkan respon positif pasar terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dan kinerja perusahaan-perusahaan BUMN. Kepastian struktur kepengurusan Danantara dan dividen besar Himbara, serta aksi buyback saham, menjadi faktor kunci yang mendorong kepercayaan investor dan penguatan pasar saham Indonesia.