Jalan Rusak Parah di Blora, Warga Tanam Pisang sebagai Protes!
Warga Kecamatan Jiken, Blora, protes jalan rusak parah yang menghambat aktivitas ekonomi dengan menanam pohon pisang di jalan tersebut, mendesak Pemkab Blora segera perbaiki infrastruktur jalan.

Warga Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan aksi protes atas kerusakan jalan yang parah di wilayah mereka. Kerusakan jalan penghubung antar Desa Cabak menuju Desa Nglebur, Desa Janjang, dan Desa Bleboh telah berlangsung lama, mengganggu aktivitas ekonomi warga, dan menyebabkan kerugian. Aksi protes ini melibatkan ratusan warga yang menanam pohon pisang di jalan rusak sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah.
Aksi ini dipicu oleh kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Lubang-lubang besar, jalan berlumpur saat hujan, dan aspal yang nyaris tak terlihat menjadi pemandangan sehari-hari. Sahit, salah satu warga, mengungkapkan, "Kondisi jalan yang rusak berat ini sudah berlangsung cukup lama. Lubang-lubang besar, jalanan berlumpur saat hujan, dan permukaan aspal yang nyaris tak terlihat menjadi pemandangan sehari-hari kami."
Kerusakan jalan tersebut berdampak signifikan terhadap perekonomian warga. Aktivitas pertanian, pendidikan, dan transportasi umum terganggu. Sunardi, seorang petani dari Desa Janjang, menuturkan kesulitannya mengangkut hasil panen karena kondisi jalan yang buruk, baik saat musim hujan maupun kemarau. "Mau ke pasar, mengangkut hasil panen itu semua jadi mahal dan susah," ujarnya.
Jalan Rusak Hambat Aktivitas Ekonomi Warga
Kerusakan jalan di Kecamatan Jiken, Blora, bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Jalan yang rusak parah membuat biaya transportasi meningkat, waktu tempuh menjadi lebih lama, dan bahkan dapat merusak kendaraan. Hal ini sangat merugikan para petani yang mengandalkan jalan tersebut untuk mengangkut hasil panen mereka ke pasar.
Selain itu, kerusakan jalan juga berdampak pada sektor pendidikan. Siswa yang bersekolah di luar desa harus menempuh perjalanan yang sulit dan berbahaya akibat kondisi jalan yang buruk. Kondisi ini dapat menghambat akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Dampak ekonomi lainnya meliputi penurunan nilai properti di sekitar jalan rusak dan berkurangnya minat investor untuk berinvestasi di wilayah tersebut. Kondisi jalan yang buruk menciptakan citra negatif bagi daerah dan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.
Aksi Protes Tanam Pisang dan Desakan kepada Pemkab Blora
Sebagai bentuk protes, sekitar 200 warga melakukan aksi unjuk rasa pada Rabu (2/4) dengan menanam pohon pisang di jalan rusak. Mereka juga membawa spanduk yang berisi kritik terhadap pemerintah daerah. Salah satu spanduk bertuliskan: "Kami masyarakat Nglebur – Janjang – Bleboh telah mendukung program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dengan cara jalan rusak yang menghambat akses ekonomi kami manfaatkan untuk budidaya kebun pisang. Janjimu tak semanis bicaramu. Ubur-ubur ikan lele, dana perbaikan jalan kemana, le'."
Aksi tanam pisang ini merupakan langkah awal protes warga. Mereka mengancam akan menanam lebih banyak pohon jika pemerintah daerah tidak segera memperbaiki jalan tersebut. Aksi ini menunjukkan tingkat keprihatinan dan kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan masalah kerusakan jalan.
Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, juga mendesak Pemkab Blora untuk segera memperbaiki jalan rusak tersebut. Ia menyebutkan adanya dana pinjaman daerah senilai Rp215 miliar yang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2025. Namun, belum adanya realisasi perbaikan jalan tersebut memicu protes dari warga.
Beberapa ruas jalan penghubung antar kecamatan di Blora memang dalam kondisi rusak dan berlubang. Perbaikan jalan yang tertunda telah menimbulkan kerugian ekonomi bagi warga dan menghambat aktivitas sehari-hari mereka. Oleh karena itu, desakan warga agar Pemkab Blora segera bertindak untuk memperbaiki jalan rusak tersebut sangat beralasan.
Semoga dengan adanya aksi protes ini, pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan rusak di Kecamatan Jiken, Blora, dan memperhatikan dampaknya terhadap perekonomian dan kehidupan warga setempat. Perbaikan infrastruktur jalan merupakan investasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.