Kampung Jimpitan: Wajah Nyata Kebersamaan dan Kemandirian Warga
Dari rawa tak terpakai, Kampung Jimpitan di Tangerang bertransformasi menjadi kampung produktif dan mandiri berkat semangat gotong royong dan inovasi warga.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Di Kelurahan Batujaya, Tangerang, Banten, sejak tahun 2019, Sertu Slamet Haryanto (Nanang), Babinsa setempat dan Ketua RW Kampung Jimpitan KB2, berinisiatif mengubah lahan rawa terbengkalai menjadi lahan produktif. Keprihatinan atas memudarnya nilai gotong royong di era modern, serta keragaman warga di kampungnya, mendorong Nanang untuk membangun Kampung Jimpitan KB2 yang lebih harmonis dan sejahtera. Melalui program "jimpitan", yaitu iuran sukarela warga, dana terkumpul digunakan untuk membangun infrastruktur dan fasilitas umum kampung.
Program jimpitan ini berhasil mengumpulkan dana dari iuran warga sebesar Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari. Dana tersebut digunakan untuk membeli material bangunan dan mengembangkan berbagai fasilitas di Kampung Jimpitan. Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana semangat kebersamaan dan kemandirian warga dapat mengatasi berbagai tantangan, termasuk pandemi COVID-19 yang sempat menghambat pembangunan.
Dengan partisipasi aktif warga, lahan rawa yang dulunya tak terpakai kini telah berubah menjadi kampung yang berkembang pesat. Berbagai fasilitas telah dibangun, seperti balai warga, taman bermain, perpustakaan, sekolah lansia, dan area urban farming yang dikelola oleh Kelompok Tani Wanita Loh Jinawi. Hasil panen dari urban farming sebagian dibagikan kepada warga dan sisanya dijual untuk menambah kas kampung, menunjukkan siklus ekonomi yang berkelanjutan.
Transformasi Lahan Rawa Menjadi Kampung Produktif
Inisiatif Nanang untuk mengubah lahan rawa menjadi lahan produktif mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Dana tambahan dari pemerintah semakin mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas di Kampung Jimpitan. Gotong royong warga menjadi kunci keberhasilan transformasi ini. Warga bahu-membahu membangun, merawat, dan memelihara fasilitas yang telah dibangun.
Program urban farming yang dikelola Kelompok Tani Wanita Loh Jinawi juga menjadi contoh nyata kemandirian ekonomi warga. Dengan modal awal yang relatif kecil, mereka mampu menghasilkan panen yang cukup signifikan. Sistem bagi hasil panen yang diterapkan semakin memperkuat rasa kebersamaan dan kesejahteraan warga.
Keberhasilan Kampung Jimpitan KB2 dalam mengatasi berbagai tantangan, seperti pandemi COVID-19, menunjukkan ketahanan dan resiliensi masyarakat. Semangat pantang menyerah dan gotong royong menjadi kunci keberhasilan mereka dalam membangun kampung yang lebih baik.
Keberadaan berbagai fasilitas umum seperti balai warga, taman bermain, perpustakaan, dan sekolah lansia juga menunjukkan komitmen warga dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Kampung Jimpitan: Percontohan Nasional
Suksesnya Kampung Jimpitan KB2 telah menarik perhatian pemerintah pusat. Kampung ini menjadi percontohan bagi 74 kelurahan di Tangerang untuk membina daerah lain. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga menjadikan Kampung Jimpitan sebagai proyek percontohan Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, mengapresiasi tradisi "jimpitan" sebagai simbol gotong royong dan solidaritas masyarakat Indonesia. Beliau berharap Kampung Jimpitan dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain dalam membangun kembali nilai-nilai luhur bangsa.
Program RBI sejalan dengan arahan Presiden dan merupakan kelanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Kampung Jimpitan menjadi salah satu dari enam desa/kampung yang diresmikan sebagai RBI, menunjukkan keberhasilannya sebagai model pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.
Dengan keberhasilan ini, diharapkan Kampung Jimpitan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Indonesia. Tradisi jimpitan yang dijalankan bukan hanya sekadar penggalangan dana, tetapi juga simbol kuatnya kebersamaan dan solidaritas yang perlu dilestarikan.
Kampung Jimpitan membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, perubahan positif dapat terwujud, bahkan di lahan yang awalnya dianggap tak terpakai. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa kemandirian dan kebersamaan dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.