Kementan Pastikan Pengendalian PMK Optimal Selama Libur Lebaran 2025
Kementerian Pertanian memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal selama libur Lebaran 2025, dengan kesiapsiagaan tim dan vaksinasi masif.

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap berjalan optimal meskipun Indonesia sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2025. Hal ini disampaikan melalui konfirmasi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Agung Suganda, di Jakarta pada Kamis. Kesiapsiagaan tim dan strategi pengendalian yang komprehensif menjadi kunci utama dalam upaya mencegah penyebaran PMK selama periode libur panjang ini.
Langkah-langkah konkret yang diambil Kementan meliputi kesiapsiagaan petugas kesehatan hewan (keswan) selama 24 jam penuh. Petugas keswan akan memantau kesehatan ternak, terutama sapi yang distribusi nya meningkat signifikan selama Lebaran. Vaksinasi PMK juga terus digencarkan, didukung pengawasan ketat lalu lintas ternak dan respons cepat terhadap kasus yang terdeteksi. Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi ternak tetap lancar dan ternak yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan sehat.
Agung Suganda menegaskan komitmen Kementan dalam menjaga kesehatan ternak dan ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas selama Lebaran. Ia menekankan pentingnya peran seluruh petugas keswan di daerah untuk siaga penuh. Lebih lanjut, Agung juga menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang menghadapi isu PMK, serta memastikan pengolahan daging yang benar dengan pemanasan pada suhu 70 derajat Celcius selama 30 menit untuk menonaktifkan virus PMK.
Vaksinasi PMK dan Pengawasan Lalu Lintas Ternak
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Imron Suandy, menambahkan bahwa stok vaksin PMK masih tersedia dan akan terus diberikan kepada ternak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Hingga 3 April 2025, vaksinasi PMK telah mencapai 1,73 juta dosis, menunjukkan peningkatan signifikan. Beberapa provinsi bahkan telah mencapai target vaksinasi di atas 70 persen, dan beberapa lainnya telah mencapai 100 persen.
Pengawasan lalu lintas ternak di jalur distribusi utama juga diperketat untuk mencegah penyebaran PMK antarwilayah. Pemeriksaan ketat diterapkan untuk memastikan tidak ada ternak yang terinfeksi berpindah tanpa pengawasan.
Imron Suandy juga mengimbau para peternak dan pedagang ternak untuk mematuhi protokol biosekuriti, memastikan ternak mereka divaksinasi, dan segera melapor jika ada gejala PMK pada hewan ternak mereka. Kerja sama dan kepatuhan semua pihak sangat penting dalam upaya pengendalian PMK ini.
Jumlah Petugas dan Pusat Kesehatan Hewan
Kementan memiliki sekitar 6.800 petugas kesehatan hewan yang tersebar di seluruh Indonesia. Petugas ini siap siaga selama 24 jam untuk menangani laporan dari peternak maupun masyarakat. Pusat kesehatan hewan (puskeswan) di berbagai daerah juga tetap beroperasi selama libur Lebaran.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga telah dikoordinasikan untuk memastikan langkah mitigasi dapat segera dilakukan jika ditemukan indikasi kasus PMK di lapangan. Koordinasi yang baik antar lembaga menjadi kunci keberhasilan dalam pengendalian PMK.
Dengan strategi yang komprehensif dan kesiapsiagaan petugas yang maksimal, Kementan optimistis pengendalian PMK akan tetap optimal selama libur Lebaran, menjamin ketersediaan pangan yang aman dan sehat bagi masyarakat.
Konsumsi daging tetap aman selama diolah dengan benar. Pemanasan pada suhu 70 derajat Celsius selama 30 menit dapat menonaktifkan virus PMK. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada, serta melaporkan segera jika menemukan gejala PMK pada hewan ternak.