KPK Optimis Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura Segera Terealisasi
KPK optimis ekstradisi Paulus Tannos, buronan kasus korupsi KTP elektronik yang ditangkap di Singapura, akan segera terealisasi setelah melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan optimisme terkait ekstradisi Paulus Tannos, buronan kasus korupsi proyek KTP elektronik. Tannos, yang ditangkap di Singapura pada 17 Januari 2025 oleh Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB), kini tengah dalam proses pemulangan ke Indonesia. Proses ini melibatkan kerja sama erat antara pemerintah Indonesia dan Singapura, dengan berbagai dokumen yang telah dikirimkan untuk mendukung proses ekstradisi tersebut.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengungkapkan bahwa Indonesia telah melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk ekstradisi Tannos. Kini, KPK tinggal menunggu kabar baik dari Pemerintah Singapura. Fitroh berharap kabar positif tersebut akan segera diterima, terutama menjelang tenggat waktu penyelesaian berkas pada 3 Maret 2025. "Syarat sudah kita lengkapi, tinggal nunggu hasil dari pihak Singapura, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada info positif," ujar Fitroh.
Optimisme KPK ini diperkuat oleh pernyataan Ketua KPK, Setyo Budiyanto, yang sebelumnya telah memastikan pengiriman seluruh dokumen ekstradisi ke Singapura. Dokumen tersebut termasuk surat permintaan dari Menteri Hukum, sertifikat legalisasi, identitas Tannos, resume kasus, peraturan perundang-undangan dalam bahasa Inggris, surat dari Jaksa Agung, dan affidavit. Pengiriman dokumen penting ini dilakukan pada minggu sebelum pernyataan Fitroh, menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengembalikan Tannos ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Proses Ekstradisi Paulus Tannos
Proses ekstradisi Tannos diawali dengan penangkapannya oleh CPIB di Singapura. Sebelum penangkapan, Divisi Hubungan Internasional Polri telah mengirimkan surat penangkapan sementara (provisional arrest request) kepada otoritas Singapura. Kerja sama internasional ini menjadi kunci keberhasilan penangkapan Tannos yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 19 Oktober 2021.
Setelah penangkapan, Jaksa Agung Singapura mengabarkan penangkapan Tannos kepada pemerintah Indonesia pada 17 Januari 2025. Sejak saat itu, Kementerian Hukum dan HAM RI, KPK, Polri, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi untuk mempercepat proses ekstradisi. Koordinasi antar lembaga ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan kasus korupsi KTP elektronik secara tuntas.
Proses ekstradisi ini melibatkan berbagai dokumen legal dan administratif yang kompleks. Kerja sama yang baik antara Indonesia dan Singapura diharapkan dapat memperlancar proses ini dan memastikan Paulus Tannos segera kembali ke Indonesia untuk diadili.
Keberhasilan ekstradisi Tannos akan menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam memberantas korupsi. Proses ini juga akan menjadi preseden penting bagi upaya penegakan hukum internasional dalam kasus-kasus korupsi yang melibatkan buronan lintas negara.
Harapan Terhadap Ekstradisi
Publik menaruh harapan besar terhadap keberhasilan ekstradisi Paulus Tannos. Kasus korupsi KTP elektronik merupakan kasus besar yang merugikan negara dan masyarakat Indonesia. Pemulangan Tannos diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya.
Proses ekstradisi ini juga menjadi ujian bagi kerja sama hukum internasional antara Indonesia dan Singapura. Keberhasilan proses ini akan memperkuat kepercayaan internasional terhadap sistem peradilan Indonesia dan komitmen Indonesia dalam memberantas korupsi.
KPK dan pemerintah Indonesia lainnya akan terus berupaya untuk memastikan proses ekstradisi berjalan lancar dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Semoga dalam waktu dekat, Paulus Tannos dapat segera kembali ke Indonesia untuk menjalani proses hukum yang berlaku.
Proses ekstradisi yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga di Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini. Keberhasilannya akan menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam memberantas korupsi dan penegakan hukum.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proses ekstradisi Paulus Tannos dapat segera selesai dan memberikan keadilan bagi masyarakat Indonesia.