Layanan Video Call di Lapas Lombok Barat: Jembatan Rindu Warga Binaan dan Keluarga
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lombok Barat luncurkan layanan panggilan video untuk warga binaan, mempermudah komunikasi dengan keluarga dan mendukung proses rehabilitasi.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan angin segar bagi warga binaan dan keluarga mereka. Inovasi berupa layanan panggilan video resmi diluncurkan, memungkinkan komunikasi jarak jauh yang lebih personal dan efektif. Layanan ini diluncurkan pada 3 April 2024 dan diumumkan melalui keterangan tertulis Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat, M. Fadli.
Layanan panggilan video ini menjawab kebutuhan warga binaan untuk tetap terhubung dengan keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki sanak saudara di luar kota atau yang terhalang kunjungan langsung. Hal ini penting, mengingat pentingnya dukungan keluarga dalam proses pembinaan dan rehabilitasi narapidana. Inisiatif ini juga sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI yang menekankan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, termasuk warga binaan.
Kepala Lapas M. Fadli menjelaskan, "Melalui layanan video call ini, setidaknya dapat menjadi obat rindu kepada keluarga meskipun tidak bertemu secara langsung, apalagi dalam kunjungan lebaran kemarin ada yang tidak bisa bertemu, karena keluarga jauh atau di luar kota." Layanan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi psikologis warga binaan dan memperkuat ikatan keluarga.
Mempererat Hubungan Keluarga dan Mendukung Rehabilitasi
Layanan panggilan video ini bukan sekadar fasilitas komunikasi biasa. Lebih dari itu, layanan ini merupakan bagian integral dari program pemasyarakatan yang berfokus pada rehabilitasi sosial dan mental warga binaan. Dengan terhubung secara rutin dengan keluarga, diharapkan warga binaan dapat menjaga stabilitas emosi dan mental yang lebih baik.
Kepala Lapas menekankan komitmen Lapas Lombok Barat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan. "Kami ingin memberikan yang terbaik bagi mereka (warga binaan), terutama dalam hal menjaga hubungan mereka dengan keluarga. Layanan video call adalah salah satu langkah untuk memastikan mereka tetap merasa dihargai dan mendapatkan dukungan, bahkan saat menjalani masa pembinaan," ungkap Fadli.
Lebih lanjut, Fadli menambahkan bahwa layanan ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat warga binaan dalam mengikuti program pembinaan di Lapas. Dukungan emosional dan sosial yang terpenuhi akan berdampak positif pada motivasi dan partisipasi mereka dalam kegiatan rehabilitasi.
Fasilitas Pendukung Program Pemasyarakatan
Penyediaan layanan panggilan video ini merupakan bukti nyata komitmen Lapas Lombok Barat dalam menjalankan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Layanan ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan warga binaan tetap terhubung dengan dunia luar dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama menjalani masa pembinaan.
Selain layanan panggilan video, Lapas Lombok Barat juga terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas lain yang mendukung perkembangan warga binaan. Semua fasilitas ini dirancang untuk membantu proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial mereka ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman.
Dengan adanya layanan panggilan video ini, diharapkan warga binaan di Lapas Lombok Barat dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih tenang dan termotivasi. Layanan ini juga memberikan kesempatan bagi keluarga untuk tetap memberikan dukungan moral dan emosional, meskipun secara fisik terpisah jarak dan waktu.
Ke depannya, diharapkan inovasi serupa dapat diadopsi oleh lapas lain di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung keberhasilan program pemasyarakatan. Penting bagi lembaga pemasyarakatan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan warga binaan agar proses pembinaan berjalan efektif dan humanis.