Mukomuko Siapkan Alat Berat Antisipasi Bencana Longsor saat Mudik Lebaran 2025
Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menyiapkan alat berat mini untuk penanganan darurat bencana tanah longsor selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 guna memastikan kelancaran transportasi.

Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, bersiap menghadapi potensi bencana alam selama arus mudik dan balik Lebaran 2025. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat telah menyiapkan langkah antisipasi berupa alat berat mini untuk menangani kejadian darurat, seperti tanah longsor yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, pada Selasa, 1 April 2024.
"Untuk tertib lancar lebaran, kita mempunyai alat berat mini, bisa digunakan untuk kondisi darurat," ungkap Apriansyah. Persiapan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Dinas PUPR Mukomuko dan Kepolisian Resor Mukomuko dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan perjalanan selama periode mudik Lebaran.
Langkah antisipasi ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana alam yang sering terjadi, khususnya tanah longsor. Dengan adanya alat berat mini yang siap siaga, diharapkan penanganan darurat dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, meminimalisir dampak buruk terhadap kelancaran arus mudik dan balik.
Alat Berat Mini dan Koordinasi Penanggulangan Bencana
Alat berat mini milik pemerintah daerah tersebut disimpan di gudang Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Mukomuko dan siap digunakan dalam kondisi darurat, seperti bencana tanah longsor atau bencana alam lainnya. Apriansyah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.
Dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten, Dinas PUPR Mukomuko akan berkoordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko. BPBD akan menghitung kebutuhan anggaran untuk penanganan bencana, yang kemudian akan diajukan melalui belanja tidak terduga (BTT).
Kerjasama juga akan dijalin dengan pihak lain. Apriansyah menjelaskan, "Biasanya kalau kepala desa dekat perusahaan langsung bisa ajukan bantuan alat berat untuk penanganan bencana tanah longsor dekat wilayah tersebut." Hal ini menunjukkan sinergi antara pemerintah desa, perusahaan swasta, khususnya perkebunan kelapa sawit, dan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.
Sinergi Antar Lembaga dan Peran Masyarakat
Kerjasama yang solid antara Dinas PUPR, Kepolisian Resor Mukomuko, BPBD, pemerintah desa, dan perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi kunci keberhasilan dalam menangani potensi bencana alam selama arus mudik Lebaran 2025. Dengan adanya koordinasi dan sinergi yang baik, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efisien.
Persiapan alat berat mini merupakan langkah konkret yang menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana. Namun, kesiapsiagaan ini juga harus diimbangi dengan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Selain itu, peran aktif masyarakat dalam melaporkan potensi bahaya dan mengikuti arahan dari pihak berwenang sangat penting untuk meminimalisir risiko bencana dan memastikan keselamatan bersama. Dengan demikian, mudik Lebaran 2025 di Kabupaten Mukomuko diharapkan dapat berjalan lancar dan aman.
Dengan adanya persiapan yang matang dan kerjasama yang baik antara berbagai pihak, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Kabupaten Mukomuko dapat berjalan lancar dan aman, meskipun potensi bencana alam tetap menjadi perhatian utama.