NTB Kembangkan 10 Kawasan Pariwisata Terintegrasi untuk Dongkrak Ekonomi
Pemerintah NTB membangun 10 kawasan pariwisata terintegrasi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian daerah, menghubungkan berbagai destinasi populer seperti Mandalika dan Gili Trawangan.

Mataram, 24 Maret 2024 - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki strategi jitu untuk memajukan sektor pariwisata: pengembangan 10 kawasan pariwisata terintegrasi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperpanjang durasi kunjungan, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini juga menjawab tantangan konektivitas antar destinasi wisata yang selama ini terpisah-pisah.
Kepala Bappeda NTB, Iswandi, menjelaskan bahwa rencana strategis ini fokus pada penguatan konektivitas dan infrastruktur. Tujuannya adalah menciptakan integrasi seamless antar destinasi wisata, sehingga wisatawan dapat dengan mudah menjelajahi berbagai tempat menarik di NTB. "Dalam lima tahun ke depan, pembangunan kepariwisataan diarahkan untuk mengembangkan destinasi secara terintegrasi," ujar Iswandi saat ditemui di Kantor Gubernur NTB.
Integrasi ini bukan hanya sekadar menghubungkan destinasi, tetapi juga melibatkan pengembangan berbagai aspek pendukung pariwisata. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan wisatawan memiliki pengalaman yang nyaman dan berkesan selama berada di NTB.
Kawasan Pariwisata Terintegrasi NTB
Beberapa kawasan destinasi pariwisata terintegrasi yang direncanakan meliputi konektivitas Gili Matra di Lombok Utara hingga Sekotong di Lombok Barat. Integrasi ini juga akan menghubungkan berbagai destinasi sekitar Mandalika di Lombok Tengah hingga ke Kabupaten Sumbawa Barat. Di tengah Pulau Lombok, pengembangan Geopark Rinjani menjadi fokus utama, sementara di Pulau Sumbawa, destinasi yang saling terhubung mulai dari Samota hingga Sape akan dikembangkan secara terpadu.
Konsep ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di NTB, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Dengan terintegrasinya berbagai destinasi, wisatawan dapat dengan mudah menjelajahi beragam keindahan alam dan budaya yang dimiliki NTB.
Tidak hanya fokus pada keindahan alam, pemerintah NTB juga memperhatikan pengembangan pariwisata berbasis budaya. Konsep menjadikan budaya sebagai pusat-pusat kegiatan pariwisata yang menggabungkan bisnis dan rekreasi melalui meeting, incentives, conventions, and exhibitions (MICE) sedang dimatangkan oleh Bappeda NTB. Hal ini diharapkan dapat menarik wisatawan bisnis dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Tantangan dan Solusi Integrasi Pariwisata
Data Dinas Pariwisata NTB mencatat jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2024 mencapai 3,65 juta orang, terdiri dari 3,22 juta wisatawan domestik dan 431.532 wisatawan mancanegara. Namun, rata-rata lama menginap wisatawan masih di bawah dua hari, menurut data Badan Pusat Statistik. Hal ini menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan durasi kunjungan wisatawan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya destinasi pariwisata yang saling terintegrasi untuk mengatasi masalah klasik, yaitu destinasi baru yang justru mematikan destinasi lama. Beliau mencontohkan destinasi agrowisata Tetebatu di Lombok Timur yang belum terhubung dengan destinasi pantai Mandalika di Lombok Tengah dan destinasi bawah laut Gili di Lombok Utara. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif antar destinasi.
Dengan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi dan menjadikan budaya sebagai pusat MICE, pemerintah daerah berharap dapat memajukan ekonomi masyarakat NTB secara signifikan. Langkah ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.
Integrasi ini tidak hanya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang durasi kunjungan mereka. Hal ini akan berdampak positif pada perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.
Kesimpulan
Pengembangan 10 kawasan pariwisata terintegrasi di NTB merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Dengan menghubungkan berbagai destinasi populer dan mengembangkan pariwisata berbasis budaya, NTB siap menyambut lebih banyak wisatawan dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.