ORI dan Ombudsman Selandia Baru Jalin Kerja Sama Perkuat Kelembagaan
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menjalin kerja sama dengan Ombudsman Selandia Baru untuk memperkuat kelembagaan dan berbagi pengalaman dalam menyelesaikan keluhan publik, ditandai dengan penandatanganan *Ombudsman Cooperation and Support Arrangement* d

Jakarta, 24 Februari 2024 - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) resmi menjalin kerja sama dengan Ombudsman Selandia Baru dalam upaya memperkuat kelembagaan masing-masing. Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Ombudsman Cooperation and Support Arrangement atau Pengaturan Kerja Sama dan Dukungan Ombudsman di Kantor ORI, Jakarta, Senin lalu.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua ORI, Mokhammad Najih, dan Ketua Ombudsman Selandia Baru, Peter Boshier. Kerja sama ini diharapkan akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua lembaga dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menyelesaikan keluhan publik secara lebih efektif.
Ketua ORI, Mokhammad Najih, menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menangani keluhan publik. "Kerja sama ini saling menguntungkan, dengan tukar pengalaman tentang bagaimana menyelesaikan keluhan-keluhan publik di Selandia Baru dan Indonesia," ujar Najih.
Penguatan Kelembagaan dan Solidaritas Antar Ombudsman
Najih menambahkan bahwa perbedaan karakteristik masyarakat di kedua negara akan menjadi pembelajaran berharga. "Masing-masing negara punya karakter dan masyarakat yang berbeda, dan dari pengalaman-pengalaman itulah kami bisa mengambil pelajaran bagaimana menyelesaikan setiap keluhan publik yang disampaikan lewat Ombudsman," jelasnya. Dengan demikian, diharapkan kualitas penanganan keluhan publik di Indonesia dapat meningkat melalui adopsi praktik-praktik terbaik dari Selandia Baru.
Tujuan kedua dari kerja sama ini adalah untuk memperkuat solidaritas antar lembaga Ombudsman di dunia. Najih menekankan pentingnya kerja sama internasional, terutama mengingat kerja sama yang telah terjalin sebelumnya melalui International Ombudsman Institute (IOI). "Dalam menindaklanjuti kerja sama ini, kami akan membentuk kelompok kerja teknis yang akan ditindaklanjuti dengan kerja-kerja aksi untuk berbagai kegiatan," tambahnya.
Sebagai langkah konkret, kedua lembaga akan membentuk kelompok kerja teknis untuk membahas dan melaksanakan berbagai program kerja sama. Hal ini menunjukkan komitmen kuat kedua belah pihak untuk mewujudkan tujuan kerja sama yang telah disepakati.
Dukungan dan Kepercayaan Antar Lembaga
Peter Boshier, Ketua Ombudsman Selandia Baru, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kepercayaan dan saling menghargai antara kedua lembaga. "Kami percaya satu sama lain. Kami tahu bagaimana kinerja satu sama lain, dan apa yang akan kami lakukan adalah menggunakan kerja sama tersebut untuk bertukar ide, dan berbicara tentang apa yang cocok bagi kami, apa yang cocok bagi Indonesia," kata Boshier.
Pernyataan Boshier ini menekankan pentingnya saling belajar dan bertukar pengalaman dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif dan efektif dalam menangani keluhan masyarakat di kedua negara.
Secara keseluruhan, kerja sama antara ORI dan Ombudsman Selandia Baru ini merupakan langkah positif dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kelembagaan Ombudsman di tingkat internasional. Dengan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, diharapkan kedua lembaga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakatnya masing-masing.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi kerja sama antar lembaga Ombudsman di negara lain, sehingga tercipta jaringan kerja sama yang lebih luas dan efektif dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik di seluruh dunia.