Pemkot Mataram Siapkan Dua Lokasi Perayaan Lebaran Topat 2025
Pemerintah Kota Mataram akan menggelar perayaan Lebaran Topat 1446 Hijriah di dua makam keramat, Makam Bintaro dan Makam Loang Baloq, dengan rangkaian kegiatan religi dan budaya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali akan menyelenggarakan perayaan tradisional Lebaran Topat atau Ketupat pada tahun 1446 Hijriah yang bertepatan dengan 7 April 2025. Perayaan yang jatuh seminggu setelah Idul Fitri ini akan dipusatkan di dua lokasi makam keramat, yaitu Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan dan Makam Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela. Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengumumkan rencana ini pada Selasa, 1 April 2024 di Mataram. Perayaan ini melibatkan peran aktif camat di masing-masing wilayah.
Wali Kota Mataram menekankan pentingnya perayaan Lebaran Topat sebagai upaya memperkuat silaturahmi, tidak hanya antar umat Muslim, tetapi juga antar agama dan lintas budaya. Beliau juga menyoroti aspek pelestarian tradisi leluhur yang kaya akan nilai-nilai religi. "Salah satu hikmah perayaan tradisi Lebaran Ketupat adalah sebagai upaya menyatukan silaturahim agar semangat suka cita tetap terjaga. Tidak hanya silaturahim antarumat Muslim, melainkan juga antaragama dan lintas budaya," ungkap Wali Kota Mataram.
Tradisi Lebaran Topat di Mataram sendiri sarat dengan kegiatan keagamaan dan kultural. Rangkaian acaranya meliputi ziarah ke makam para ulama, selakaran, zikir, 'ngurisan' (cukur rambut bayi), dan doa bersama. Puncak perayaan ditandai dengan 'begibung', yaitu makan bersama yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum sebagai simbol mempererat tali persaudaraan. "Apa yang sudah ulama dan leluhur warisi, kita tanamkan dan ikuti termasuk menjaga ikatan silaturahim dan nilai-nilai syariat Agama Islam," tambah Wali Kota.
Rangkaian Kegiatan dan Imbauan Keamanan
Perayaan Lebaran Topat di Mataram tahun ini akan diramaikan dengan berbagai kegiatan religi dan budaya. Ziarah ke makam para ulama menjadi salah satu agenda utama, diikuti dengan selakaran, zikir, dan doa bersama. Tradisi 'ngurisan', yaitu mencukur rambut bayi, juga akan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian perayaan. Puncak acara adalah 'begibung', sebuah tradisi makan bersama yang mempererat silaturahmi antarwarga.
Namun, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan. Beliau mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam merayakan Lebaran Topat agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Mari kita laksanakan perayaan bulan Syawal dengan tradisi Lebaran Ketupat dengan penuh tanggung jawab bersama keluarga dan tidak merugikan orang lain," pesannya.
Khususnya bagi masyarakat yang merayakan Lebaran Topat di kawasan pantai, Wali Kota menekankan pentingnya pengawasan anak-anak. Meskipun sudah ada petugas keamanan, peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Meskipun sudah ada petugas, tapi peran orang tua melakukan pengawasan saat berada di objek wisata perayaan Lebaran Ketuat sangat penting," tegas Wali Kota.
Antisipasi Potensi Bencana di Kawasan Pantai
Kota Mataram memiliki garis pantai sepanjang 9,2 kilometer yang menjadi daya tarik utama bagi warga selama perayaan Lebaran Topat. Pantai-pantai seperti Pantai Gading, Mapak Indah, Loang Baloq, Tanjung Karang, Pantai Ampenan, Pantai Pura Segare, Bintaro, dan Pantai Meninting biasanya dipadati pengunjung. Oleh karena itu, Pemkot Mataram mengantisipasi berbagai potensi bencana dan hal-hal negatif lainnya yang mungkin terjadi.
Pemkot Mataram telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Lebaran Topat di kawasan pantai. Petugas keamanan akan ditempatkan di berbagai titik untuk mengawasi dan membantu masyarakat. Imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan juga akan terus digalakkan. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait seperti Basarnas dan BPBD akan terus dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Pemkot Mataram berharap perayaan Lebaran Topat tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan tetap menjaga nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal. Perayaan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Mataram.
Perayaan Lebaran Topat di Mataram tidak hanya menjadi momen untuk merayakan kemenangan setelah bulan Ramadan, tetapi juga sebagai wahana untuk melestarikan tradisi leluhur dan memperkuat ikatan sosial. Semoga perayaan ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Mataram.