Polda Lampung Aktifkan Pelabuhan Wika Beton untuk Urai Kemacetan di Bakauheni
Kepolisian Daerah Lampung mengaktifkan Pelabuhan Wika Beton sebagai solusi mengatasi kemacetan parah di Pelabuhan Bakauheni, yang sempat mencapai 1,3 kilometer.

Kemacetan parah terjadi di Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu (5/4) malam. Polda Lampung, dalam upaya mengurai kemacetan yang mencapai 1,3 kilometer dari gerbang Tol Bakauheni, mengaktifkan Pelabuhan Wika Beton sebagai jalur alternatif. Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, menjelaskan langkah ini diambil setelah berkoordinasi dengan pihak terkait dan Polda Banten.
Strategi yang diterapkan adalah mengalihkan sebagian kendaraan ke Pelabuhan Wika Beton dan Ciwandan, terutama pada malam hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari bentrokan dengan aktivitas wisata yang padat di Merak pada siang hari. "Kami manfaatkan Pelabuhan Wika Beton pada malam hari agar tidak berbenturan dengan lalu lintas wisata di Merak. Ini sudah dikoordinasikan dan mulai malam tadi kendaraan mulai kita dorong ke sana," jelas Kapolda.
Langkah ini terbukti efektif mengurangi kemacetan. Antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai 1,3 kilometer berhasil ditekan hingga hanya 200 meter menjelang pintu pelabuhan utama Bakauheni. Polda Lampung juga menerapkan sistem pengaturan antrean seperti sistem boarding di bandara untuk mempercepat proses masuk ke kapal.
Strategi Pengurai Kemacetan di Pelabuhan Bakauheni
Selain mengaktifkan Pelabuhan Wika Beton, Polda Lampung juga menerapkan sejumlah strategi lain untuk mengurai kemacetan. Salah satunya adalah memperlambat kendaraan di sejumlah rest area mulai dari KM 87 hingga KM 20B dengan waktu tunggu 15-20 menit. "Langkah ini dinilai efektif untuk memberi ruang pada kendaraan yang sudah berada di depan pelabuhan agar bisa masuk ke dermaga, serta mempercepat proses naik kapal," ungkap Kapolda.
Kapolda juga menjelaskan bahwa jika antrean mencapai KM 4, akan diterapkan sistem full delay. Namun, berkat strategi yang diterapkan, kondisi lalu lintas masih berada pada status hijau, belum perlu menerapkan kode kuning maupun merah. Sistem pengaturan antrean di pelabuhan juga dimaksimalkan, meniru sistem boarding di bandara, untuk memastikan arus kendaraan terkendali.
Koordinasi yang baik antara Polda Lampung dan Polda Banten menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Dengan mempertimbangkan kepadatan lalu lintas wisata di Merak pada siang hari, penggunaan Pelabuhan Wika Beton pada malam hari terbukti efektif sebagai solusi alternatif untuk mengurangi kemacetan di Pelabuhan Bakauheni.
Pelabuhan Wika Beton: Solusi Alternatif yang Efektif
Penggunaan Pelabuhan Wika Beton sebagai pelabuhan alternatif menunjukkan hasil positif dalam mengurangi kemacetan di Bakauheni. Strategi ini merupakan bukti kesigapan dan koordinasi yang baik antar instansi terkait dalam menghadapi permasalahan lalu lintas. Dengan sistem pengaturan yang terencana dan terintegrasi, diharapkan kemacetan serupa dapat dihindari di masa mendatang.
Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya memiliki alternatif jalur transportasi untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan, terutama pada musim liburan atau periode arus mudik dan balik. Pemanfaatan pelabuhan alternatif ini menjadi contoh strategi yang efektif dalam mengelola lalu lintas dan memastikan kelancaran perjalanan bagi para pemudik.
Ke depannya, perlu dipertimbangkan pengembangan infrastruktur dan sistem manajemen lalu lintas yang lebih terintegrasi untuk mencegah terjadinya kemacetan serupa. Koordinasi yang berkelanjutan antara pihak kepolisian, pengelola pelabuhan, dan instansi terkait lainnya sangat penting untuk memastikan kelancaran arus transportasi di wilayah tersebut.
Dengan adanya solusi alternatif seperti Pelabuhan Wika Beton, diharapkan kemacetan di Pelabuhan Bakauheni dapat diatasi secara efektif dan efisien, memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.
Kesimpulan
Pengaktifan Pelabuhan Wika Beton oleh Polda Lampung sebagai solusi mengatasi kemacetan di Pelabuhan Bakauheni menunjukkan hasil yang positif dan efektif. Koordinasi antar instansi dan strategi yang terencana menjadi kunci keberhasilan dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan memastikan kelancaran perjalanan para pemudik. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh strategi yang efektif dalam pengelolaan lalu lintas di masa mendatang.