Program Makan Bergizi Gratis Kodam Kasuari Sasar 24 Ribu Pelajar Papua
Kodam XVIII/Kasuari telah menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 24 ribu pelajar di Papua Barat dan Papua Barat Daya, bertujuan meningkatkan gizi generasi muda dan mendukung visi Indonesia 2045.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Kodam XVIII/Kasuari telah berhasil menyentuh kurang lebih 24 ribu pelajar di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Inisiatif ini diluncurkan pada 6 Januari 2025, bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi generasi muda di kedua provinsi tersebut. Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, agama, dan adat, serta anggota DPR RI.
Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, menyatakan bahwa jumlah pelajar penerima manfaat MBG terus meningkat. Program ini menjangkau pelajar dari tingkat Paud hingga SMA/SMK di berbagai kabupaten/kota, termasuk Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, dan Sorong Selatan. Pihak Kodam juga memfasilitasi pembangunan dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung kelancaran program.
"Kurang lebih sudah ada 24 ribu pelajar penerima Program MBG tersebar di dua provinsi wilayah kerja Kodam Kasuari" ungkap Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu di Manokwari, Sabtu lalu. Ia menambahkan bahwa perluasan cakupan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan keberhasilannya dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan generasi muda Papua.
Pentingnya Gizi untuk Generasi Emas Indonesia
Anggota Komisi IX DPR RI, Obeth Rumbruren, memberikan apresiasi positif terhadap Program MBG. Beliau menilai program ini sangat relevan dengan visi Indonesia 2045 yang bertujuan menciptakan generasi emas, yaitu generasi yang sehat, berdaya saing, dan berkualitas. Program MBG dinilai berkontribusi signifikan dalam mewujudkan visi tersebut.
"Program MBG berdampak positif terhadap upaya membentuk generasi muda Papua yang semakin sehat, berdaya saing, dan berkualitas," ujar Obeth Rumbruren. Menurutnya, ketersediaan makanan bergizi di sekolah-sekolah, termasuk di daerah terpencil, sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Papua.
Program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh sekolah di Papua Barat, termasuk di wilayah pedalaman dan pesisir. Dengan demikian, semua anak-anak Papua dapat memperoleh asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dukungan Multipihak untuk Keberhasilan MBG
Keberhasilan Program MBG tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak. Kodam XVIII/Kasuari telah berperan aktif dalam memfasilitasi pembangunan dapur sehat dan memastikan pendistribusian makanan bergizi. Namun, dukungan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, agama, dan adat sangat krusial untuk memastikan program ini berjalan lancar dan menjangkau seluruh wilayah sasaran.
"Contoh seperti di Manokwari sudah dua dapur sehat, dan daerah lain ada yang dibangun secara mandiri," jelas Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung program MBG dilakukan secara bertahap dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak di tingkat lokal.
Kerja sama yang sinergis antara Kodam XVIII/Kasuari, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan cakupan Program MBG. Harapannya, program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda Papua.
Program MBG merupakan contoh nyata dari komitmen pemerintah dan TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan gizi anak. Dengan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun generasi muda Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Kodam XVIII/Kasuari telah menunjukkan hasil yang positif dengan menjangkau 24 ribu pelajar di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.