Saksi Cabut Keterangan, Kasus Narkoba Mantan Kasatresnarkoba Batam Diwarnai Kejanggalan
Sidang kasus narkoba 12 terdakwa, termasuk mantan Kasatresnarkoba Polresta Barelang, diwarnai kejanggalan setelah dua saksi dari Polda Kepri mencabut keterangan BAP mereka di Pengadilan Negeri Batam.

Sidang perkara tindak pidana narkotika yang melibatkan mantan Kasatresnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda, dan sembilan anggotanya di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (27/2), diwarnai kejanggalan. Dua saksi dari Polda Kepri, Muhammad Hamdan dan Rinaldi Manurung, secara mengejutkan mencabut keterangan mereka yang tertera dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Kedua saksi, yang merupakan anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri, dihadirkan dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Tiwik (Ketua), Douglas, dan Andi Bayu (Anggota) ini melibatkan total 12 terdakwa: 10 mantan anggota Satresnarkoba Barelang dan dua orang sipil. Kejanggalan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai validitas proses penyidikan awal kasus tersebut.
Persidangan dilakukan dengan pemisahan berkas. Tujuh terdakwa, termasuk Kompol Satria Nanda, mendapat kesempatan pertama untuk mendengar keterangan saksi. Hakim Tiwik menggali keterangan terkait laporan polisi yang diajukan saksi Rinaldi, menanyakan apakah saksi mengetahui secara langsung peristiwa penjualan sabu seberat 1 kg oleh para terdakwa. Jawaban Rinaldi mengejutkan, "Tidak tahu yang mulia," katanya.
Kesaksian yang Dipertanyakan dan Pencabutan BAP
Rinaldi menjelaskan bahwa penangkapan Azis Martua Siregar, salah satu terdakwa sipil, di sebuah kos-kosan pada 5 Agustus 2025, berdasarkan laporan masyarakat. Identitas pelapor tidak diketahui Rinaldi. Meskipun mengetahui Azis merupakan mantan anggota Polri, Rinaldi mengaku tidak mengetahui kronologi penjualan sabu 1 kg yang melibatkan 10 mantan anggota Satresnarkoba Barelang, termasuk Kompol Satria Nanda.
Dalam BAP, Rinaldi melaporkan 10 mantan anggota tersebut. Namun, di persidangan, ia menyatakan bahwa laporan dan keterangan dalam BAP merupakan perintah Wadiresnarkoba Polda Kepri. Ia mengaku tidak melihat atau mendengar langsung peristiwa tersebut, melainkan hanya berdasarkan laporan penyidik. Bahkan, barang bukti 1 kg sabu yang disebutkan dalam BAP tidak pernah ditemukan.
Keraguan Majelis Hakim atas keterangan Rinaldi semakin kuat karena banyaknya jawaban "tidak tahu" dan "lupa". Tim penasehat hukum Shigit Sarwo Edhi, yang diketuai Indra Sakti, mendesak Rinaldi untuk mencabut keterangan BAP-nya. Hal serupa juga dilakukan saksi Muhammad Hamdan.
Kedua saksi menegaskan hanya mengetahui tindak pidana dan kronologi penangkapan Azis Martua Siregar, bukan kronologi keterlibatan 10 mantan anggota Satresnarkoba Barelang. Tujuh terdakwa eks anggota Satresnarkoba Barelang membenarkan bahwa mereka tidak ditangkap oleh Propam, melainkan dipanggil untuk menghadap.
Tanggapan Tim Penasehat Hukum dan Kelanjutan Persidangan
Tim penasehat hukum para terdakwa menyatakan lega atas pencabutan keterangan BAP oleh kedua saksi. Mereka optimistis dapat membuktikan kliennya tidak bersalah dan berharap Majelis Hakim bijaksana dalam memutuskan perkara ini. "Kami berharap majelis hakim cermat dan bijaksana dalam memutuskan perkara ini," ujar Indra Sakti.
Sidang akan dilanjutkan pada Senin (3/3) dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU. Kejanggalan dalam kesaksian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang proses hukum yang telah berjalan dan keadilan bagi para terdakwa.
- Peristiwa: Pencabutan keterangan BAP oleh dua saksi dalam sidang kasus narkoba.
- Lokasi: Pengadilan Negeri Batam.
- Terdakwa: 12 orang, termasuk mantan Kasatresnarkoba Polresta Barelang.
- Saksi: Dua anggota Ditresnarkoba Polda Kepri.
- Kejanggalan: Kesaksian saksi yang tidak sesuai dengan BAP, dan pernyataan saksi yang mengaku hanya menjalankan perintah.