Sistem Pengenal Wajah di Gambir Minimalisir Antrean Penumpang Lebaran
Penerapan teknologi face recognition di Stasiun Gambir berhasil meminimalisir antrean penumpang pada arus balik Lebaran 2024, meskipun okupansi mencapai 77 persen.

Jakarta, 2 April 2024 - Stasiun Gambir, salah satu stasiun kereta api utama di Jakarta, mencatatkan minimnya antrean penumpang pada arus balik Lebaran 2024. Hal ini berkat implementasi sistem pengenal wajah atau face recognition, meskipun tingkat okupansi penumpang mencapai 77 persen pada hari Rabu, hari ketiga Idul Fitri 1446 H. Keberhasilan ini menunjukkan efisiensi teknologi dalam mengatasi kepadatan penumpang di masa puncak arus mudik dan balik.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa sistem face recognition terbukti efektif meminimalisir penumpukan penumpang di gerbang boarding. Sistem ini mempercepat proses pengecekan tiket dan boarding, sehingga antrean panjang dapat dihindari. "Betul, teknologi face recognition di Stasiun Pasar Senen dan Gambir memang mempermudah proses boarding penumpang," kata Ixfan saat dikonfirmasi.
Data PT KAI menunjukkan bahwa pada Rabu pagi, sebanyak 46 kereta jarak jauh berangkat dari Stasiun Gambir dengan kapasitas total 21.752 kursi. Dari jumlah tersebut, 16.807 kursi terjual, menunjukkan tingkat okupansi 77 persen. Meskipun angka ini cukup tinggi, kenyataannya antrean panjang di gerbang keberangkatan tidak terlihat hingga sore hari. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas teknologi face recognition dalam mengelola arus penumpang yang padat.
Teknologi Face Recognition Permudah Boarding Penumpang
Ixfan lebih lanjut menjelaskan mekanisme sistem face recognition. "Dengan sistem ini, penumpang yang sudah terdaftar cukup memindai wajah mereka tanpa perlu menunjukkan tiket atau KTP. Hal ini mempercepat antrean dan mengurangi risiko kehilangan tiket," ujarnya. Sistem ini memberikan kemudahan dan kecepatan bagi penumpang, sekaligus mengurangi potensi masalah yang sering terjadi akibat kehilangan tiket atau dokumen perjalanan lainnya.
Keberhasilan penerapan teknologi face recognition di Stasiun Gambir ini memberikan solusi praktis dalam menghadapi lonjakan penumpang di masa Lebaran. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi proses boarding, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi para penumpang.
Selain itu, KAI Daop 1 Jakarta juga mencatat kedatangan penumpang yang cukup signifikan. Sebanyak 41.040 penumpang tiba di Jakarta pada hari Rabu, dengan rincian 16.141 penumpang di Stasiun Senen, 11.217 penumpang di Stasiun Gambir, dan sisanya di stasiun-stasiun lain seperti Cikampek, Cikarang, Karawang, Bekasi, dan Jatinegara.
Antisipasi Arus Balik Lebaran dan Strategi KAI
Ixfan juga menyampaikan bahwa periode 4 hingga 6 April termasuk dalam kategori tinggi untuk arus balik. Namun, ia menambahkan bahwa "Kalau tahun 2024 itu ada titik puncak penumpang berangkat dan penumpang datang di tanggal tertentu. Kalau tahun ini lebih merata, karena program pemerintah yang mencanangkan WFA itu bersambung atau bersamaan dengan libur sekolah. Jadi dari tanggal 21 Maret grafiknya sampai dengan tanggal 11 April nanti lebih merata untuk okupasi baik penumpang berangkat maupun datang." Hal ini menunjukkan kesiapan KAI dalam mengantisipasi lonjakan penumpang yang lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mengurai kepadatan arus balik, KAI juga telah mengimbau para penumpang untuk memanfaatkan stasiun-stasiun terintegrasi seperti Jatinegara, Bekasi, dan Karawang, terutama untuk pengguna kereta api rel listrik dan kereta api ekonomi lokal. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi beban di stasiun-stasiun utama seperti Gambir dan Senen.
Data KAI Daop 1 Jakarta periode 21 Maret hingga 11 April 2024 menunjukkan pengoperasian 1.876 perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ), termasuk kereta tambahan. Dengan kapasitas total 1.048.328 kursi, tingkat keterisian mencapai 785.000 kursi atau sekitar 75 persen. Jumlah kedatangan penumpang tercatat sebanyak 698.702 orang dan angka ini masih dapat berubah.
Kesimpulannya, penerapan teknologi face recognition di Stasiun Gambir telah terbukti efektif dalam meminimalisir antrean penumpang selama arus balik Lebaran 2024. Hal ini menunjukkan kemajuan teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan transportasi kereta api di Indonesia.