TNI Bantu Warga Manado Terdampak Banjir, Gotong Royong Pulihkan Lingkungan
Yonif 712/WT dan Kodim 1309/Manado bahu-membahu bersama warga membersihkan sisa-sisa banjir di Kelurahan Mahawu dan Pondok Pesantren Assalam, Manado, pasca cuaca ekstrem.

Banjir bandang menerjang Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Manado, dan Kompleks Pondok Pesantren Assalam pada Jumat (21/3) dan Sabtu (22/3) akibat cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Utara. Akibatnya, warga setempat mengalami kesulitan akibat dampak bencana alam tersebut. Prajurit Yonif 712/Wiratama (WT) bersama personel Kodim 1309/Manado langsung turun tangan membantu warga membersihkan puing-puing dan lumpur sisa banjir. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Komandan Yonif 712/WT, Letkol Inf Mukhammad Yusron, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI untuk membantu kesulitan rakyat. Ia menekankan pentingnya gotong royong dan kebersamaan dalam memulihkan kondisi lingkungan pascabanjir. "Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kami berharap kondisi lingkungan segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali normal," kata Letkol Inf Mukhammad Yusron di Manado, Senin (24/3).
Kegiatan bersih-bersih yang melibatkan TNI, warga, dan unsur pemerintah daerah ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi dalam menghadapi musibah yang menimpa warga Manado.
TNI dan Warga Bersihkan Lumpur dan Sampah Pasca Banjir
Kegiatan bersih-bersih dimulai pukul 10.00 WITA dan melibatkan banyak personel. Para prajurit Yonif 712/WT dan Kodim 1309/Manado bahu-membahu dengan warga membersihkan sisa-sisa lumpur, sampah, dan material lainnya yang terbawa banjir. Area permukiman dan kompleks Pondok Pesantren Assalam menjadi fokus utama pembersihan. Proses pembersihan membutuhkan kerja keras dan waktu yang cukup lama mengingat luasnya area yang terdampak.
Kerja sama yang solid antara TNI dan warga terlihat jelas dalam kegiatan ini. Semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan dalam membersihkan lingkungan yang rusak akibat banjir. Kehadiran TNI memberikan semangat dan dukungan moral bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan.
Dukungan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat juga sangat membantu kelancaran kegiatan. Mereka turut serta memberikan bantuan logistik dan koordinasi untuk memastikan proses pembersihan berjalan efektif dan efisien. Partisipasi aktif dari berbagai pihak menunjukkan solidaritas dan kepedulian yang tinggi terhadap warga yang terdampak bencana.
Dampak Banjir dan Tanah Longsor di Manado
Banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Jumat (21/3) hingga Sabtu (22/3) disebabkan oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat tinggi. Sejumlah titik di Kota Manado terdampak bencana ini, mengakibatkan kerugian material dan gangguan aktivitas warga. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di daerah rawan bencana.
Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang. Upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan yang baik sangat penting untuk meminimalisir risiko bencana alam. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait sangat krusial dalam mewujudkan hal tersebut.
Setelah kejadian ini, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang. Sistem peringatan dini yang efektif dan edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana sangat penting untuk mengurangi dampak negatif dari bencana alam.
Kegiatan pembersihan pascabanjir di Manado menunjukkan sinergi yang positif antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi dan memulihkan kondisi pascabencana. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di masa depan.