Wagub Maluku Utara Prioritaskan Keselamatan Warga Terdampak Banjir Ternate
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memprioritaskan keselamatan warga Ternate yang terdampak banjir dan menyalurkan bantuan sembako serta perlengkapan penting.

Banjir yang melanda Kelurahan Kastela dan Jambula, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis dan Jumat pekan lalu telah memaksa Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Sarbin Sehe, untuk turun langsung meninjau lokasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Bencana alam ini terjadi akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut. Langkah cepat pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terkena dampak.
Peninjauan lokasi dilakukan Wagub didampingi oleh Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir dan sejumlah pejabat pemerintah daerah lainnya. Mereka melihat langsung kondisi warga yang rumahnya terendam banjir dan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi. Perhatian utama pemerintah dipusatkan pada keselamatan warga, mengingat kondisi cuaca yang masih belum menentu dan berpotensi menimbulkan bencana susulan.
"Kita akan antisipasi titik-titik yang berpotensi rawan bencana, karena keselamatan masyarakat lebih penting didahulukan, sehingga ikhtiar menjadi penting untuk menghindari ketika terjadi musibah," ujar Wagub Sarbin Sehe usai meninjau lokasi bencana. Pernyataan ini menekankan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir.
Penyaluran Bantuan dan Percepatan Penanganan Banjir
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Sebanyak 150 paket bantuan diberikan langsung oleh Wagub Sarbin Sehe. Paket bantuan tersebut berisi beras 10 kg, makanan cepat saji, popok bayi, susu bayi, dan perlengkapan sekolah bagi pelajar. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan harta benda dan membutuhkan uluran tangan.
Penyaluran bantuan ini juga melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Sosial, Biro Administrasi Pimpinan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kerja sama antar OPD ini menunjukkan sinergi pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana banjir.
Wagub juga menyampaikan bahwa akan dilakukan percepatan penanganan banjir di beberapa titik kelurahan yang terdampak. Langkah-langkah konkret akan segera diambil untuk mengatasi permasalahan banjir dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
Prakiraan Cuaca BMKG dan Imbauan Kepada Masyarakat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Maluku Utara. BMKG memprediksi potensi peningkatan gelombang dan penurunan jarak pandang akibat cuaca buruk di perairan sekitar Maluku Utara. Hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut.
Kepala BMKG Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Sakimin, menjelaskan bahwa potensi hujan ringan hingga lebat di beberapa daerah masih mungkin terjadi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memantau informasi terkini dari BMKG. Informasi cuaca yang akurat sangat penting untuk mengantisipasi dan meminimalisir dampak bencana.
BMKG merinci prakiraan cuaca lebih detail, menyebutkan potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah pada pagi hari dan hujan ringan hingga lebat di beberapa wilayah lainnya pada malam hari. Angin berhembus dari arah Utara – Timur dengan kecepatan 5 – 35 kilometer per jam juga perlu diwaspadai.
Sebagai penutup, penanganan banjir di Ternate menunjukkan kesigapan pemerintah daerah dalam memprioritaskan keselamatan warga. Penyaluran bantuan dan antisipasi terhadap potensi bencana susulan menjadi langkah penting dalam menghadapi dampak cuaca buruk. Kerja sama antar instansi dan kewaspadaan masyarakat sangat krusial dalam menghadapi bencana alam.