Banjir Ciliwung Surut, 28 RT di Jaksel dan Jaktim Masih Terendam
Ketinggian air di bantaran Kali Ciliwung di Jakarta Selatan dan Timur berangsur turun, meski 28 RT masih terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.

Banjir yang melanda Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat luapan Kali Ciliwung dilaporkan mulai surut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pada Selasa, 4 Maret 2024 pukul 03.00 WIB, ketinggian air bervariasi, dengan titik tertinggi mencapai 1,2 meter. Meskipun demikian, genangan air masih menggenangi 28 RT dan empat ruas jalan di Jakarta.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 2 Maret 2024, menyebabkan Bendung Katulampa di Bogor, Jawa Barat, siaga 1 atau bahaya. Kenaikan debit air di Bendung Katulampa ini berdampak pada meluapnya Kali Ciliwung dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta. Sebelumnya, titik tertinggi genangan mencapai 3,7 meter di Kelurahan Pejaten Timur.
Meskipun ketinggian air telah turun, dampak banjir masih terasa di sejumlah wilayah. BPBD DKI Jakarta terus memantau dan memperbarui data ketinggian air setiap jamnya untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif dan efisien. Kondisi ini menuntut kesigapan dari semua pihak dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang terdampak.
Situasi Terkini Banjir di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur
Dari 28 RT yang masih tergenang, 21 RT berada di Jakarta Selatan dan 7 RT di Jakarta Timur. Di Jakarta Selatan, genangan terparah terjadi di Kelurahan Pejaten Timur dengan ketinggian air mencapai 30-120 cm, diikuti Kelurahan Pondok Pinang (80-100 cm), Kelurahan Rawajati (50 cm), Kelurahan Cilandak Timur (105-120 cm), dan Kelurahan Kebon Baru (60-100 cm). Sementara itu, di Jakarta Timur, genangan terjadi di Kelurahan Bidara Cina (90-100 cm) dan Kelurahan Kampung Melayu (95 cm).
Berikut rincian lebih lanjut mengenai jumlah RT yang terendam dan ketinggian air di setiap kelurahan yang terdampak:
- Jakarta Selatan:
- Kelurahan Pondok Pinang: 5 RT (80-100 cm)
- Kelurahan Pengadegan: 1 RT (80 cm)
- Kelurahan Rawajati: 5 RT (50 cm)
- Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT (105-120 cm)
- Kelurahan Pejaten Timur: 6 RT (30-120 cm)
- Kelurahan Kebon Baru: 2 RT (60-100 cm)
- Jakarta Timur:
- Kelurahan Bidara Cina: 3 RT (90-100 cm)
- Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT (95 cm)
Selain RT, empat ruas jalan juga dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, yaitu Jl. Basoka Raya dan Jl. Strategi Raya di Kelurahan Joglo, Jakarta Barat (60 cm), Jl. Srengseng Raya di Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat (20 cm), dan Jl. H. Muhajar di Kelurahan Sukabumi Selatan, Jakarta Barat (20 cm).
Penyebab Banjir dan Upaya Penanganan
Banjir yang terjadi disebabkan oleh meluapnya Kali Ciliwung akibat curah hujan tinggi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Hujan deras yang terjadi pada Minggu, 2 Maret 2024, telah meningkatkan status siaga di Bendung Katulampa hingga Siaga 1 (Bahaya). Kondisi ini mengakibatkan peningkatan debit air di Kali Ciliwung yang kemudian menyebabkan banjir di wilayah bantaran sungai.
BPBD DKI Jakarta terus berupaya untuk menangani banjir dan membantu warga yang terdampak. Data ketinggian air terus diperbarui setiap jam untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan yang tepat dan cepat. Upaya penanganan meliputi evakuasi warga, penyediaan bantuan logistik, dan pembersihan pasca banjir.
Meskipun ketinggian air sudah mulai surut, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.