BPJAMSOSTEK Sosialisasikan Program BPU untuk Purnabakti Kemenkeu
BPJAMSOSTEK melakukan sosialisasi program Bukan Penerima Upah (BPU) kepada para pegawai Kemenkeu purnabakti di Jakarta, menawarkan perlindungan jaminan sosial bagi mereka yang berwirausaha.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) gencar mensosialisasikan program Bukan Penerima Upah (BPU) kepada para purnabakti Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sosialisasi ini dilakukan pada acara Persatuan Purnabakti Pegawai Kemenkeu di Gedung Aula Pendopo Kanwil DJKN Jakarta pada 21 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh para pegawai Kemenkeu yang telah memasuki masa purnabakti. BPJAMSOSTEK hadir untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai manfaat program BPU bagi mereka yang kini tengah menjalani masa pensiun dan sebagian besar telah memulai usaha mandiri.
Di kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Salemba membuka stan khusus untuk memberikan informasi dan menjawab pertanyaan langsung dari para peserta terkait prosedur pendaftaran dan manfaat program BPU. Antusiasme para peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai program yang dirancang khusus untuk pekerja mandiri ini. Hal ini menunjukkan tingginya minat para purnabakti untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial yang sesuai dengan kondisi mereka saat ini.
Banyak peserta yang telah memulai usaha atau berencana untuk berwirausaha setelah pensiun. Mereka menyadari pentingnya perlindungan jaminan sosial untuk mengurangi risiko finansial di masa mendatang. Program BPU BPJAMSOSTEK hadir sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan perlindungan tersebut, memberikan rasa aman dan ketenangan bagi para purnabakti dalam menjalankan usaha mereka.
Manfaat Program BPU bagi Purnabakti Kemenkeu
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Salemba, Brian Aprinto, menjelaskan bahwa program BPU dirancang untuk memberikan perlindungan bagi pekerja mandiri atau individu yang tidak lagi bekerja sebagai pegawai tetap. Program ini memberikan berbagai manfaat yang sangat dibutuhkan oleh para purnabakti, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan finansial jika terjadi kecelakaan saat menjalankan usaha. Jaminan Kematian (JKM) memberikan santunan kepada ahli waris jika peserta meninggal dunia. Sementara itu, Jaminan Hari Tua (JHT) memungkinkan peserta mengumpulkan dana sebagai tabungan jangka panjang untuk masa pensiun. Ketiga manfaat ini memberikan rasa aman dan perlindungan finansial yang komprehensif bagi para peserta BPU.
'Kami melihat banyak pegawai purnabakti yang beralih ke sektor informal seperti membuka usaha, menjadi konsultan, atau bekerja secara mandiri. Program BPU hadir sebagai solusi agar mereka tetap mendapatkan perlindungan sosial di masa produktif kedua mereka,' jelas Brian Aprinto.
Kemudahan akses dan fleksibilitas iuran juga menjadi daya tarik tersendiri dari program BPU. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), memberikan kemudahan bagi para peserta yang mungkin memiliki keterbatasan akses ke kantor cabang BPJAMSOSTEK.
Kemudahan Pendaftaran dan Iuran Terjangkau
Brian Aprinto juga menekankan kemudahan pendaftaran dan skema iuran yang terjangkau. Pendaftaran program BPU sangat mudah dan dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) BPJS Ketenagakerjaan. Iuran bulanan yang terjangkau, mulai dari Rp16.800, memberikan akses perlindungan kecelakaan kerja. Dengan tambahan iuran JHT, peserta dapat juga menabung untuk masa depan.
'Kami ingin memberikan kemudahan bagi para peserta untuk mendaftar dan membayar iuran dengan nominal yang fleksibel sesuai dengan kemampuan mereka,' tambah Brian. Hal ini menunjukkan komitmen BPJAMSOSTEK untuk memastikan program BPU dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para purnabakti Kemenkeu.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para purnabakti akan pentingnya perlindungan jaminan sosial, khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor informal. Dengan bergabung dalam program BPU, para purnabakti dapat tetap terlindungi dan memiliki rasa aman finansial di masa pensiun mereka.
Dengan iuran yang terjangkau dan manfaat yang komprehensif, program BPU BPJAMSOSTEK menjadi solusi ideal bagi para purnabakti Kemenkeu yang ingin tetap terlindungi secara finansial saat menjalankan usaha atau aktivitas mandiri setelah pensiun. BPJAMSOSTEK berharap sosialisasi ini akan mendorong lebih banyak purnabakti untuk bergabung dan merasakan manfaat dari program ini.
Melalui sosialisasi ini, BPJAMSOSTEK berharap semakin banyak purnabakti yang memahami pentingnya perlindungan sosial di sektor informal dan segera bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan usaha atau aktivitas mandiri dengan lebih tenang dan terlindungi dari berbagai risiko finansial.