Gotong Royong Pemprov dan Pemkot Kendari Bantu Korban Kebakaran TPA Puuwatu
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari bahu-membahu memberikan bantuan kepada 148 jiwa dari 45 KK korban kebakaran di TPA Puuwatu, Kendari, berupa tenda pengungsian, dapur umum, dan kebutuhan dasar lainnya.

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada 15 Februari 2024 telah mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal. Peristiwa ini langsung mendapat respon cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang bergerak cepat memberikan bantuan kepada para korban.
Bantuan Pemprov dan Pemkot Kendari
Kerjasama Pemprov dan Pemkot Kendari terlihat dalam penanganan pasca kebakaran. Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sultra, Haris Ranto, menyatakan koordinasi langsung dilakukan dengan Pemkot Kendari untuk mendata warga terdampak. "Untuk hari ini, tenda pengungsi kita akan bangun rencananya enam unit tenda untuk warga korban kebakaran," kata Haris. Selain tenda, disiapkan juga dua dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para korban. Bahan baku makanan didapatkan melalui koordinasi dengan Dinsos Kota Kendari, Pemprov Sultra, dan Sentra Meohai Kendari dari Kementerian Sosial.
Haris menambahkan komitmen Pemprov untuk memenuhi kebutuhan para korban. "Nanti kita liat juga kebutuhan yang ada di sini apalagi masih ada yang kurang kita tambah lagi dan juga perlengkapan-perlengkapan dasar lainnya seperti kasur, selimut, dan kebutuhan perlengkapan lainnya untuk warga korban kebakaran," jelasnya. Data sementara menunjukkan 45 Kepala Keluarga (KK) atau 148 jiwa terdampak, termasuk lansia, bayi, ibu hamil, dan balita.
Plt. Kepala Dinsos Kota Kendari, Muhammad Saiful, juga menegaskan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu warga. "Jadi, hari ini kita dirikan tenda pengungsi dan dapur umum untuk warga korban kebakaran," ujarnya. Kedua pemerintah daerah ini menunjukkan sinergi yang baik dalam meringankan beban para korban.
Penanganan Kebakaran oleh Damkar Kendari
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari mengerahkan 30 personel dan 8 armada untuk memadamkan api. Plt. Kepala Damkar Kendari, Junaidin Umar, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 19.43 WITA. "Langsung kami turunkan 30 personel untuk tangani laporan kebakaran itu," katanya. Armada yang diturunkan meliputi enam unit mobil pompa air, satu unit ambulans, dan satu unit mobil penyelamat.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik atau kompor gas, berdasarkan laporan warga. "Dari laporan yang kami terima ada salah satu rumah warga penyebab kebakaran ini apakah dari arus pendek atau kompor," ujar Junaidin. Kecepatan respon Damkar Kendari dalam menangani kebakaran ini patut diapresiasi.
Kesimpulan
Kebakaran di TPA Puuwatu telah menimbulkan dampak yang signifikan bagi warga sekitar. Namun, respon cepat dan kerjasama yang solid antara Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari dalam memberikan bantuan menunjukkan kepedulian dan komitmen untuk membantu para korban. Bantuan berupa tenda pengungsian, dapur umum, dan kebutuhan dasar lainnya diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka untuk bangkit kembali.