Harga Santan di Batam Tembus Rp46.000/Kg, Pemkot Jalin Kerja Sama Antar Daerah
Pemkot Batam berupaya stabilisasi harga santan yang melonjak hingga Rp46.000/kg selama Ramadhan dengan menjalin kerja sama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kelapa.

Harga santan di Kota Batam, Kepulauan Riau, melambung tinggi hingga Rp46.000 per kilogram selama bulan Ramadhan. Lonjakan harga ini terjadi akibat peningkatan permintaan yang signifikan, mencapai 7-8 ton per hari, jauh di atas kebutuhan normal sekitar 5 ton per hari. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Batam mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga komoditas penting ini.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam telah mengambil inisiatif dengan menjalin kerja sama antar daerah (KAD) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kelapa. Pasokan kelapa sebelumnya berasal dari Bintan, Tembilahan, dan Dumai. Namun, Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Batam, Elfasi, mengakui bahwa Kepulauan Riau sendiri belum mampu memenuhi kebutuhan kelapa untuk produksi santan di Batam. Oleh karena itu, kerja sama dengan daerah lain menjadi sangat krusial.
Kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar agama seperti Ramadhan dan Idul Fitri memang merupakan fenomena umum. Elfasi menjelaskan bahwa kepanikan masyarakat dalam membeli stok dalam jumlah besar sering kali menjadi penyebab utama lonjakan harga. Hal ini terlihat jelas pada komoditas seperti cabai, yang juga mengalami peningkatan harga signifikan menjelang bulan puasa dan Lebaran.
Kerja Sama Antar Daerah dan Pemanfaatan Potensi Lokal
Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, turut menyoroti masalah ini setelah melakukan sidak ke Pasar Mitra Raya Batam Center. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara Pemkot Batam dan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, khususnya santan, tetap terjaga. Yunus juga menyoroti potensi kelapa di Batam yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Yunus menambahkan, "Potensi kelapa di Batam yang sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih maksimal untuk memenuhi kebutuhan santan di daerah tersebut. Kalau kelapa ini, Batam sebenarnya punya potensi. Tinggal bagaimana pemerintah mengelolanya. Persoalannya, jika semua pasokan berasal dari luar daerah, kita akan rentan terhadap gangguan distribusi." Hal senada juga disampaikan oleh Elfasi yang menekankan pentingnya kerja sama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan kelapa di Batam.
DPRD Batam berencana membahas lebih lanjut strategi pengamanan stok pangan dengan Disperindag. Langkah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Selain itu, DPRD juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius dalam memanfaatkan potensi lokal, khususnya dalam produksi kelapa dan bahan pangan lainnya, guna mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Analisis dan Solusi Jangka Panjang
Lonjakan harga santan di Batam menyoroti pentingnya strategi pengelolaan pasokan bahan pangan di daerah. Ketergantungan pada pasokan dari luar daerah membuat Batam rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan distribusi. Oleh karena itu, pengembangan potensi lokal, khususnya dalam budidaya kelapa, menjadi solusi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan. Pemerintah daerah perlu memberikan dukungan dan insentif kepada petani kelapa lokal untuk meningkatkan produksi dan kualitas kelapa.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membeli kebutuhan pokok sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian panik juga perlu ditingkatkan. Dengan begitu, diharapkan dapat mengurangi fluktuasi harga yang signifikan menjelang hari besar keagamaan. Kerja sama yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Batam.
Langkah-langkah yang telah dan akan diambil oleh Pemkot Batam, seperti kerja sama antar daerah dan pemanfaatan potensi lokal, menunjukkan komitmen untuk mengatasi masalah ini. Namun, keberhasilan upaya ini membutuhkan koordinasi dan kerjasama yang optimal dari semua pihak yang terlibat.
Pemkot Batam juga perlu mempertimbangkan strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan teknologi pertanian yang modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian, serta pemberian insentif kepada petani kelapa lokal.