Kalteng Kawal Distribusi Elpiji Jelang Lebaran 2025, Antisipasi Lonjakan Harga
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turunkan tim untuk mengawal distribusi elpiji 3 kg dan bahan pokok lainnya jelang Lebaran 2025 guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan barang menjelang Lebaran Idul Fitri 2025. Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, menyatakan bahwa tim telah diturunkan ke lapangan untuk mengawal distribusi dan stok gas elpiji 3 kilogram. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama periode tersebut. Pemantauan dilakukan di berbagai titik strategis, mulai dari distributor hingga agen elpiji bersubsidi di Palangka Raya.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari berbagai instansi terkait, tidak hanya fokus pada elpiji. Mereka juga melakukan pemantauan di Pasar Besar dan Pasar Kahayan, serta distributor minyak goreng dan gula pasir. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Penimbangan tabung elpiji 3 kilogram juga dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan kesesuaian berat.
Langkah ini dinilai sangat penting mengingat peningkatan permintaan bahan pokok menjelang hari raya. Yuas Elko berharap, dengan adanya pemantauan intensif ini, masyarakat dapat memperoleh harga yang wajar dan pasokan yang cukup untuk merayakan Idul Fitri dengan lancar. "Adanya pemantauan ini, diharap masyarakat dapat memperoleh harga yang wajar dan pasokan yang cukup untuk merayakan Idul Fitri dengan lancar," ujarnya.
Pemantauan Harga dan Stok di Lapangan
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Cabai rawit misalnya, harganya melonjak hingga Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Harga daging ayam ras juga naik menjadi Rp38.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng di tingkat pengecer bervariasi, mulai dari Rp16.000 hingga Rp18.000 per liter, tergantung jenisnya. Harga gas elpiji 3 kg pun bervariasi di tingkat pengecer, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp32.000 per tabung.
Terkait dengan harga elpiji yang bervariasi, Yuas Elko mengimbau para pengecer untuk mengurus izin di subpangkalan agar harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya eksploitasi harga dan memastikan masyarakat mendapatkan harga yang sesuai aturan.
Selain upaya pemerintah daerah, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi gas elpiji selama Ramadhan dan Idul Fitri. Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edy Mangun, menyatakan bahwa telah disalurkan elpiji bersubsidi secara fakultatif sebanyak 263.000 tabung dari tanggal 16 Maret hingga akhir Maret 2025 untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi.
Koordinasi Antar Instansi
Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait melalui Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) untuk memastikan kelancaran distribusi energi. Koordinasi yang baik antar instansi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok selama periode Lebaran.
Secara keseluruhan, upaya pemerintah Kalteng dalam mengawal distribusi elpiji dan bahan pokok lainnya menjelang Lebaran 2025 menunjukkan komitmen untuk melindungi masyarakat dari potensi gejolak harga dan kelangkaan barang. Pemantauan intensif dan koordinasi yang baik dengan pihak terkait diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan Idul Fitri.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi kenaikan harga yang signifikan dan memastikan ketersediaan pasokan yang cukup untuk seluruh masyarakat Kalimantan Tengah selama periode Lebaran.