Kementan Perkuat Strategi Penanganan PMK di Zona Merah: Vaksinasi Serentak Jadi Kunci
Kementerian Pertanian (Kementan) gencar memperkuat strategi pengendalian PMK di sembilan provinsi zona merah melalui vaksinasi serentak pada Februari-Maret 2025, didukung oleh 6 juta dosis vaksin dari APBN, APBD, dan swadaya pengusaha.

Kementan Perkuat Strategi Penanganan PMK di Zona Merah
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan strategi penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sembilan provinsi zona merah. Sembilan provinsi tersebut meliputi enam provinsi di Pulau Jawa, Lampung, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Langkah ini diambil menyusul masih ditemukannya kasus PMK di wilayah tersebut.
Strategi Vaksinasi dan Koordinasi
Ditjen PKH, bersama dinas peternakan dan kesehatan hewan di sembilan provinsi zona merah, baru-baru ini menggelar rapat koordinasi. Rapat yang juga melibatkan asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan peternak ini difokuskan pada strategi operasional vaksinasi PMK pada Februari hingga Maret 2025. Rapat ini bukan hanya untuk merencanakan vaksinasi, tetapi juga mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi yang telah berjalan sejak Desember 2024 hingga Januari 2025.
Alokasi Vaksin dan Kerja Sama
Pemerintah mengalokasikan 6 juta dosis vaksin PMK secara nasional. Rinciannya, 4 juta dosis berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), 1 juta dosis dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan 1 juta dosis lagi dari vaksinasi mandiri oleh pelaku usaha peternakan. Bahkan, beberapa perusahaan peternakan, seperti di Lampung, tidak hanya memvaksinasi ternak di radius 3 kilometer, tetapi juga memberikan vaksinasi gratis kepada masyarakat sekitar. Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) juga turut berpartisipasi dalam upaya ini, mencontoh praktik negara-negara yang belum bebas PMK.
Target Kekebalan Komunal dan Optimisme Bebas PMK
Dengan 6 juta dosis vaksin, Kementan menargetkan terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) di sembilan provinsi zona merah. Ditjen PKH optimistis Indonesia dapat terbebas dari PMK, mengingat pengalaman bebas PMK pada tahun 1990 dan produksi vaksin PMK dalam negeri oleh Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma. Target bebas PMK diharapkan tercapai pada tahun 2029 melalui program vaksinasi yang masif ini.
Data Kasus PMK dan Tren Penurunan
Berdasarkan data Kementan, periode Desember 2024 hingga 23 Januari 2025 tercatat 28.725 ekor sapi terdampak PMK, dengan 858 ekor mati. Kasus ini tersebar di 18 provinsi. Meskipun demikian, tren kasus PMK menunjukkan penurunan signifikan, bahkan di bawah angka minggu ketiga Desember 2024. Meskipun di zona merah masih ada kasus, peningkatannya jauh di bawah standar deviasi yang telah ditentukan.