Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Penajam Paser Utara: BGN Tangani Teknis, Pemda Siapkan Bahan Baku
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyerahkan pengelolaan teknis program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Badan Gizi Nasional (BGN), sementara Pemda fokus menyediakan bahan baku makanan.

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyerahkan pengelolaan teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar, pada Senin, 17 Februari 2024. Pemkab PPU fokus pada penyediaan bahan baku makanan untuk program ini, yang merupakan bagian penting dari upaya peningkatan gizi masyarakat.
Peran Badan Gizi Nasional (BGN)
Menurut Tohar, BGN memegang kendali penuh atas teknis pelaksanaan MBG. "Seluruh teknis jalannya program MBG diatur BGN, pemerintah kabupaten hanya siapkan bahan baku atau bahan makanan yang akan digunakan," jelasnya. Peran BGN meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program, memastikan terlaksananya program MBG secara efektif dan efisien.
Salah satu peran penting BGN adalah pembentukan 22 dapur layanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Kabupaten PPU. Jumlah ini ditentukan berdasarkan perhitungan BGN, mempertimbangkan jumlah peserta didik sebagai penerima manfaat dan jarak antar sekolah. Strategi ini memastikan jangkauan program MBG merata dan akses mudah bagi para siswa.
BGN juga bertanggung jawab atas penunjukan kepala atau pimpinan setiap SPPG. Setiap dapur layanan MBG membutuhkan kurang lebih 50 tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat lokal. Meskipun demikian, kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan belum dijelaskan secara rinci oleh BGN. Hal ini perlu segera diperjelas untuk memastikan kualitas layanan dan pengelolaan makanan yang optimal.
Peran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara
Pemerintah Kabupaten PPU berperan dalam menyediakan bahan mentah untuk program MBG. Kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan setempat akan memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan sesuai kebutuhan. Bahan-bahan tersebut meliputi sayuran, beras, dan bahan hewani, yang merupakan komponen penting untuk menu makanan bergizi seimbang.
Koordinasi yang baik antara Pemkab PPU dan BGN sangat penting untuk keberhasilan program ini. Pemkab PPU bertanggung jawab atas ketersediaan bahan baku yang cukup dan berkualitas, sementara BGN bertanggung jawab atas pengelolaan dan pendistribusiannya. Kolaborasi yang solid ini akan memastikan tercapainya tujuan program MBG.
Anggaran dan Operasional SPPG
Pemerintah pusat mengalokasikan dana yang cukup signifikan untuk mendukung program MBG di Kabupaten PPU. Setiap dapur layanan MBG menerima dana sebesar Rp10 miliar per tahun. Dengan 22 SPPG yang beroperasi, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp220 miliar per tahun. Anggaran ini digunakan untuk operasional dapur, pengadaan bahan makanan, dan gaji para pekerja.
Operasional SPPG dimulai pada sore hari, dengan petugas gizi dari puskesmas dan pegawai dapur mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Proses memasak dilakukan dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA, untuk memastikan makanan siap disajikan tepat waktu bagi para siswa.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. BGN berperan dalam pengelolaan teknis program, sementara Pemkab PPU bertanggung jawab atas penyediaan bahan baku. Dengan anggaran yang cukup besar dan kerjasama yang solid, diharapkan program MBG dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi anak-anak di Kabupaten PPU.