RI-UE Sepakat Percepat Perundingan IEU-CEPA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Komisioner Perdagangan Uni Eropa sepakat mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada semester I 2025 untuk meningkatkan volume pe

Jakarta, 15 Februari 2024 - Dalam upaya meningkatkan kerja sama ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengadakan pertemuan virtual dengan Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic. Pertemuan tersebut difokuskan untuk menyelaraskan persepsi dan mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Perjanjian IEU-CEPA: Sebuah Momentum Penting
Komisioner Sefcovic menekankan pentingnya momentum dalam menentukan kerangka waktu penyelesaian perundingan IEU-CEPA. Beliau menyoroti kondisi perdagangan global yang penuh tantangan, termasuk perang tarif, dan perlunya strategi mitigasi yang tepat untuk memastikan kelancaran arus perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa (UE). Hal ini menunjukkan urgensi penyelesaian perundingan IEU-CEPA.
Menko Airlangga pun menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk menyelesaikan proses perundingan. Beliau menyatakan bahwa penyelesaian IEU-CEPA akan membuka peluang besar bagi Indonesia dan negara-negara anggota Uni Eropa untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi. Kesepakatan ini dipandang sebagai kunci untuk menghadapi dinamika ekonomi global.
Target Penyelesaian Semester I 2025
Uni Eropa menyampaikan target penyelesaian perundingan IEU-CEPA pada semester pertama tahun 2025. Mereka melihat perbedaan struktur pasar dan ekonomi antara Uni Eropa dan Indonesia sebagai peluang untuk memperluas pasar. Meskipun masih ada beberapa isu yang perlu diselesaikan, Indonesia menegaskan tidak membatasi peluang investasi dari Uni Eropa.
Dengan tercapainya IEU-CEPA, Indonesia berharap dapat menarik lebih banyak investor dari Uni Eropa untuk mengembangkan pasar di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Perjanjian ini akan menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi bilateral.
IEU-CEPA: Tiga Pilar Utama
Perundingan IEU-CEPA, yang telah berlangsung selama sembilan tahun dengan 19 putaran, mencakup tiga pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi akses pasar perdagangan barang dan jasa, investasi dan pengadaan publik, serta harmonisasi regulasi perdagangan dan peningkatan kapasitas. Lingkup yang luas ini menunjukkan komitmen kedua pihak untuk menciptakan hubungan ekonomi yang komprehensif dan saling menguntungkan.
Peserta Pertemuan dan Harapan Ke Depan
Pertemuan virtual tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Indonesia, termasuk Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno, dan beberapa pejabat lainnya dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya prioritas yang diberikan terhadap perundingan IEU-CEPA.
Secara keseluruhan, kesepakatan untuk mempercepat perundingan IEU-CEPA menandai langkah signifikan dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa. Dengan penyelesaian perjanjian ini, diharapkan akan tercipta peningkatan perdagangan dan investasi yang signifikan, serta memperkuat kerja sama ekonomi di tengah tantangan global.
Semoga penyelesaian IEU-CEPA dapat segera terwujud dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan Uni Eropa.