RS Polri Kembali ke TKP Kebakaran Glodok Plaza: Cari Potongan Tubuh Korban
Tim RS Polri akan kembali ke lokasi kebakaran Glodok Plaza untuk mencari potongan tubuh korban dan menyelesaikan identifikasi jenazah pasca-kebakaran yang telah menewaskan sedikitnya enam orang.

Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (21/2) akan kembali melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Glodok Plaza, Taman Sari, Jakarta Barat. Tujuannya adalah untuk mencari potongan tubuh (body part) korban kebakaran yang terjadi pada Rabu (15/1) lalu. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Yandokpol RS Polri Kombes Hery Wijatmoko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses finalisasi 'body recovery' dan identifikasi korban.
Tim lengkap RS Polri akan tiba di TKP pukul 08.00 WIB. Tim tersebut terdiri dari berbagai ahli, termasuk instalasi forensik RS Polri Said Sukanto, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta. Kombes Hery Wijatmoko menambahkan, "Ada tim dari forensik RS Sukanto, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya (PMJ), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biro Kedokteran Kepolisian (Rodokpol) Pusdokkes, Reskrim Jakbar. Mungkin BPBD dan damkar," katanya.
Langkah ini diambil setelah RS Polri melakukan rekonsiliasi 14 kantong jenazah yang diterima dari TKP pada Rabu (19/2). Rekonsiliasi ini merupakan bagian penting dari proses identifikasi korban bencana, yaitu pencocokan data ante mortem dan post mortem untuk mendapatkan hasil yang akurat. Kepala RS Polri Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono menjelaskan bahwa dari 16 kantong jenazah yang diterima, dua kantong diantaranya tidak berisi potongan tubuh korban setelah dilakukan pemeriksaan berulang oleh dokter forensik dan dokter gigi forensik.
Identifikasi Korban Kebakaran Glodok Plaza
Hingga saat ini, RS Polri telah berhasil mengidentifikasi enam dari 14 korban yang dilaporkan hilang akibat kebakaran Glodok Plaza. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA dan pemeriksaan medis. Keenam korban yang telah teridentifikasi adalah:
- Zukhi F Rahdja, laki-laki 42 tahun (identifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA)
- Aulia Belinda, perempuan 28 tahun (identifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA dan medis)
- Osima yukari, perempuan 29 tahun (identifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA)
- Desty Eka Putri S, perempuan 24 tahun (identifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA)
- Keren Shallom Jeremiah, perempuan 21 tahun (identifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA)
- Ade Aryanti, perempuan 30 tahun (identifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA)
Proses identifikasi ini masih terus berlanjut, dan diharapkan pengecekan TKP pada Jumat mendatang dapat membantu mengidentifikasi korban yang masih belum teridentifikasi. Kerja sama antar instansi terkait, seperti RS Polri, kepolisian, BPBD, dan pemadam kebakaran, sangat krusial dalam upaya identifikasi dan pencarian korban yang hilang.
Proses identifikasi korban kebakaran Glodok Plaza melibatkan berbagai tahapan yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi. Tim DVI dari RS Polri memiliki peran penting dalam memastikan akurasi identifikasi jenazah, sehingga keluarga korban dapat segera mendapatkan kepastian dan penutupan atas kehilangan yang mereka alami. Semoga dengan upaya maksimal dari semua pihak, seluruh korban dapat segera diidentifikasi.