Sinergi Kemensos dan KemenkumKM: Strategi Jitu Tekan Angka Kemiskinan?
Kementerian Sosial dan Kementerian UMKM bahas strategi baru untuk tekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan UMKM dan graduasi masyarakat.

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenkumKM) sepakat untuk bersinergi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Kesepakatan ini dibahas dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 20 Maret 2024, oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Kedua menteri menekankan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan program bantuan sosial yang tepat sasaran.
Inisiatif kolaborasi ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dan menargetkan bantuan sosial dengan lebih efektif. Pemerintah akan membagi masyarakat ke dalam kelompok desil, dengan desil 1 hingga 4 mewakili kelompok miskin ekstrem hingga miskin. Strategi ini diharapkan dapat memberikan bantuan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.
Langkah konkret yang akan diambil meliputi pemberian bantuan sosial oleh Kemensos untuk desil 1 hingga 4, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial lainnya, dan bantuan iuran (PBI). Sementara itu, KemenkumKM akan fokus pada pemberdayaan masyarakat di atas desil 4 melalui program kewirausahaan yang mendorong kemandirian ekonomi.
Graduasi Kemiskinan: Peran Kemensos dan KemenkumKM
Kemensos akan berperan penting dalam memetakan profil keluarga yang berpotensi untuk naik kelas melalui usaha yang sudah mereka jalani. Pemetaan ini akan mencakup usia produktif dan jenis usaha yang dijalankan di setiap desil. Data yang dikumpulkan akan kemudian dibagikan kepada KemenkumKM untuk mendukung program pemberdayaan yang lebih terarah.
Menteri Maman Abdurrahman menjelaskan, "Desil 4 nanti akan ditangani oleh Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian BP2MI dalam konteks pemberdayaan masyarakatnya. Jadi ini yang lagi kita siapkan dan kita memang sudah ada program-program pemberdayaan dalam konteks kewirausahaan yang menjadi tugas Kementerian UMKM." Hal ini menunjukkan komitmen KemenkumKM untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui program-program kewirausahaan.
Mensos Saifullah Yusuf menambahkan, "Maka dari itu, nanti setiap tahun akan ada keluarga dari desil 1, 2, 3, 4 untuk naik kelas, dengan begitu penurunan kemiskinan akan jauh lebih signifikan dan terukur." Pernyataan ini menekankan target jangka panjang dari kolaborasi ini, yaitu pengurangan angka kemiskinan secara signifikan dan terukur melalui sistem graduasi yang terencana.
Data sebagai Kunci Sukses Program
Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah akurasi data. Kemensos akan fokus pada pematangan data terlebih dahulu sebelum program implementasi dimulai. Proses identifikasi keluarga yang siap untuk graduasi akan dilakukan secara cermat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan efektifitas program.
Gus Ipul, sapaan akrab Mensos Saifullah Yusuf, menambahkan, "Sekarang mematangkan data dulu. Setelah datanya nanti kita identifikasi. Mungkin ada keluarga-keluarga yang mungkin tahun ini sudah siap graduasi." Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan data yang digunakan akurat dan up-to-date untuk mendukung program pengentasan kemiskinan.
Kolaborasi antara Kemensos dan KemenkumKM ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data, program ini berpotensi untuk memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Program ini juga bertujuan untuk mendorong usaha-usaha produktif, baik di UMKM, industri kreatif, maupun koperasi. Dengan demikian, program ini tidak hanya fokus pada bantuan sosial semata, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.