Wamen KP2MI Dorong Kesuksesan UMKM Purna PMI: Dari Migran Jadi Juragan!
Wakil Menteri KP2MI, Christina Aryani, gencar promosikan produk UMKM milik purna PMI, seperti Serbat Jahe LBS Mandiri, demi meningkatkan perekonomian nasional dan memberdayakan para pekerja migran.

Jakarta, 27 Maret 2024 - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Christina Aryani, dengan aktif mempromosikan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dirintis oleh para pekerja migran Indonesia (PMI) purna. Langkah ini bertujuan untuk mendorong keberlanjutan usaha mereka dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Promosi tersebut dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menjadikannya sebagai bingkisan Idul Fitri bagi Kabinet Merah Putih.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh pertemuan Wamen Christina dengan Hadi, seorang purna PMI asal Desa Langko, Lombok Barat, yang sukses mengembangkan usaha Serbat Jahe LBS Mandiri berbahan dasar nira kelapa. Keberhasilan Hadi menjadi contoh nyata bagaimana para PMI dapat bertransformasi menjadi pengusaha sukses setelah kembali ke Tanah Air. Wamen Christina berharap kisah sukses Hadi dapat menginspirasi PMI lainnya.
Dengan mempromosikan produk-produk UMKM milik purna PMI, Wamen Christina ingin meningkatkan omzet dan pendapatan keluarga mereka. Lebih jauh lagi, ia berharap upaya ini dapat berkontribusi pada penguatan perekonomian nasional. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memberdayakan dan melindungi PMI, tidak hanya selama mereka bekerja di luar negeri, tetapi juga setelah mereka kembali ke Indonesia.
UMKM Purna PMI: Kontribusi Nyata bagi Perekonomian Nasional
Kementerian KP2MI, melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan, telah menjalankan berbagai program untuk mendukung pemberdayaan purna PMI. Program-program tersebut meliputi literasi keuangan, pendampingan usaha, kurasi produk, dan juga menghubungkan para pelaku UMKM purna PMI dengan pasar dan pemangku kepentingan terkait. Pemerintah juga berupaya membuka akses bagi purna PMI untuk mendapatkan kemudahan dalam mengembangkan usaha mereka.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah promosi produk Serbat Jahe LBS Mandiri milik Hadi. Produk ini bahkan dipilih sebagai bagian dari hampers Idul Fitri untuk Kabinet Merah Putih. Langkah ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mendukung dan mempromosikan produk-produk UMKM yang dihasilkan oleh purna PMI.
Wamen Christina juga menekankan pentingnya kerja sama antar kementerian dalam mendukung para purna PMI. "Kami juga mencoba membantu membuka akses mereka melalui kerja sama dengan kementerian lain," ujarnya. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses pasar dan peluang bagi para pelaku UMKM purna PMI.
Akses KUR untuk Pekerja Migran dan Purna Migran
Pemerintah juga tengah mempersiapkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pekerja migran dan purna migran. Saat ini, Kementerian KP2MI tengah menunggu Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian terkait hal ini. Plafon KUR yang disediakan pemerintah mencapai Rp200 miliar untuk tahun 2025.
Meskipun diskusi awal lebih fokus pada KUR untuk calon pekerja migran, Wamen Christina menyatakan tidak menutup kemungkinan KUR Mikro dapat diakses oleh para pekerja migran purna untuk mengembangkan usaha mereka. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan berkelanjutan bagi para PMI, baik sebelum, selama, maupun setelah mereka bekerja di luar negeri.
Program-program pemberdayaan dan akses KUR ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi purna PMI untuk membangun usaha yang sukses dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Dengan demikian, semangat "pergi migran, pulang juragan" dapat benar-benar terwujud.
Wamen Christina berharap bahwa kisah sukses Hadi dan para purna PMI lainnya dapat menjadi inspirasi bagi para pekerja migran Indonesia lainnya. Dengan dukungan dan pemberdayaan yang tepat, para PMI dapat kembali ke tanah air dengan membawa bekal keterampilan dan pengalaman yang dapat diimplementasikan dalam membangun usaha yang sukses dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia.