DJP Tanamkan Kesadaran Pajak pada Mahasiswa Papua: Generasi Muda, Pilar Pembangunan Masa Depan
Kanwil DJP Papabrama gencar melakukan edukasi perpajakan kepada mahasiswa di Papua untuk menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini dan menciptakan generasi muda yang bertanggung jawab.

Jayapura, 2 April 2024 - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Wilayah DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku (Kanwil DJP Papabrama) melaksanakan program edukasi perpajakan kepada mahasiswa di Papua. Langkah ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya pajak dan peran generasi muda sebagai kontributor pembangunan negara. Edukasi ini dilakukan di berbagai universitas di Papua, dimulai dari Universitas Ottow Geissler.
Inisiatif ini diprakarsai oleh Kanwil DJP Papabrama karena menyadari pentingnya pemahaman perpajakan sejak dini. Mahasiswa, sebagai calon pemimpin dan pelaku ekonomi masa depan, memiliki peran krusial dalam mewujudkan kepatuhan pajak di Papua. Dengan memahami perpajakan, diharapkan mereka dapat menjadi Wajib Pajak yang baik dan bertanggung jawab.
Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Papabrama, Theresia Naniek Widyaningsih, menjelaskan bahwa program edukasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang manfaat pajak bagi pembangunan nasional. "Sebagai warga negara Indonesia, kesadaran akan kewajiban perpajakan sangat penting," ujar Theresia. "Oleh karena itu, kami memberikan edukasi dan sosialisasi manfaat pajak kepada mahasiswa di Papua."
Mewujudkan Generasi Muda yang Sadar Pajak
Theresia menekankan pentingnya menanamkan kesadaran pajak sejak dini. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon profesional dan pelaku usaha akan berperan penting dalam perekonomian dan kepatuhan pajak di Papua. "Paling tidak, generasi muda di Universitas Ottow Geissler Papua mengetahui dasar-dasar perpajakan, manfaat pajak bagi negara, serta kewajiban perpajakan yang perlu dipahami sejak dini," imbuhnya.
Edukasi perpajakan yang diberikan meliputi materi regulasi pajak yang berlaku dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Penjelasan disampaikan secara detail dan interaktif agar mudah dipahami oleh mahasiswa. Kanwil DJP Papabrama berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan dukungan mahasiswa terhadap sistem perpajakan Indonesia.
Kepala Seksi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Papabrama, Ricky F. Argamaya, menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa yang memahami dan mendukung sistem perpajakan sebagai bagian dari kontribusi dalam pembangunan negara. "Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kepatuhan pajak di Papua," kata Ricky.
Universitas Ottow Geissler, Awal dari Langkah Besar
Universitas Ottow Geissler menjadi kampus pertama yang menerima edukasi perpajakan dari Kanwil DJP Papabrama. Kegiatan ini disambut positif oleh pihak universitas dan mahasiswa. Pihak universitas berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak mahasiswa di perguruan tinggi lainnya di Papua.
Setelah sukses melaksanakan edukasi di Universitas Ottow Geissler, Kanwil DJP Papabrama berencana untuk melanjutkan program ini ke perguruan tinggi lain di Papua. Mereka berkomitmen untuk terus memberikan edukasi perpajakan kepada generasi muda Papua agar tercipta kesadaran pajak yang tinggi dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Program edukasi ini merupakan bagian dari upaya DJP untuk meningkatkan kesadaran pajak di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih. Dengan menanamkan pemahaman perpajakan sejak dini, diharapkan akan tercipta generasi muda yang bertanggung jawab dan berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi nasional.
Kanwil DJP Papabrama berharap agar mahasiswa yang telah mendapatkan edukasi perpajakan dapat menjadi agent of change dalam meningkatkan kesadaran pajak di lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian, kontribusi pajak dari masyarakat Papua dapat semakin optimal dalam mendukung pembangunan di Tanah Papua dan Indonesia secara keseluruhan.