Sumatera Barat Ekspor 46 Ton Hasil Laut di Triwulan I-2025
Sumatera Barat berhasil ekspor lebih dari 46 ton hasil laut berbagai jenis ke sejumlah negara dengan nilai mencapai Rp3,5 miliar pada triwulan pertama tahun 2025.

Padang, 25 Maret 2025 - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengumumkan keberhasilan ekspor hasil laut pada triwulan pertama tahun 2025. Total ekspor mencapai lebih dari 46 ton, menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan komoditas kelautan dari provinsi tersebut. Ekspor ini melibatkan berbagai jenis komoditas dan negara tujuan, mencerminkan potensi kelautan Sumbar yang terus berkembang.
Ketua Tim Kerja Ikan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Provinsi Sumbar, Salfira, menjelaskan bahwa total ekspor mencapai 46.341 kilogram atau 62.347 ekor berbagai jenis komoditas laut. "Secara keseluruhan Sumbar sudah berhasil mengekspor 46.341 kilogram atau 62.347 ekor dengan berbagai jenis komoditi," ujar Salfira dalam keterangannya di Padang, Selasa.
Pencapaian ini menunjukkan kontribusi signifikan sektor kelautan terhadap perekonomian Sumatera Barat. Berbagai upaya peningkatan kualitas dan pengawasan telah dilakukan untuk memastikan keberlanjutan ekspor hasil laut ini dan menjaga reputasi produk Indonesia di pasar internasional. Nilai ekspor yang mencapai Rp3,5 miliar juga menjadi bukti nyata potensi ekonomi yang besar dari sektor ini.
Komoditas dan Negara Tujuan Ekspor
Beragam komoditas laut diekspor ke berbagai negara. Komoditas tersebut meliputi ikan hias air laut, ikan betutu, frozen yellowfin tuna, ikan garing (tor tambroides), dan cangkang kerang. Negara tujuan ekspor antara lain China, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan diversifikasi pasar ekspor yang dilakukan oleh Sumatera Barat.
Ekspor ikan hias air laut menjadi salah satu komoditas unggulan Sumatera Barat, dengan China sebagai pasar utama. "Khusus ekspor ikan hias laut, Sumbar itu rutin melakukan ekspor ke Cina," ungkap Salfira. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar pengembangan sektor perikanan hias di Sumatera Barat.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, ekspor hasil laut Sumatera Barat didominasi oleh ikan hias laut, benih ikan garing, frozen tuna, kerang, kerapu, lobster air tawar, india chank, patin beku, dan lainnya, dengan nilai ekspor mencapai Rp5 miliar. Meskipun terjadi penurunan nilai ekspor pada triwulan I-2025, peningkatan volume ekspor menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif.
Pengawasan dan Standar Kualitas
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumbar melakukan pemeriksaan ketat terhadap semua komoditas sebelum diekspor. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran hama penyakit hewan dan tumbuhan, serta memastikan kualitas produk yang diekspor. "Sebelum komoditas tersebut dikirim ke luar negeri, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan setempat terlebih dahulu melakukan pemeriksaan. Hal ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran ancaman hama penyakit hewan maupun tumbuhan," jelas Salfira.
Pengawasan ini juga mencakup lalu lintas produk rekayasa genetik, sumber daya genetik, dan agen hayati. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 dan Peraturan Badan Karantina Indonesia Nomor 1 Tahun 2024, yang mengatur tindakan karantina terhadap beberapa jenis komoditi. "Selain untuk mencegah penyebaran hama, karantina terhadap komoditas tersebut juga dalam rangka penetapan standar kualitas terutama produk ikan," tambah Salfira.
Penerapan standar kualitas yang ketat ini memastikan bahwa produk hasil laut dari Sumatera Barat memenuhi standar internasional dan mampu bersaing di pasar global. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen internasional dan mempertahankan keberlanjutan ekspor hasil laut dari provinsi tersebut.
Ekspor hasil laut Sumatera Barat di triwulan I-2025 menunjukkan kinerja yang baik, meskipun terdapat penurunan nilai ekspor dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, peningkatan volume ekspor dan diversifikasi pasar menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif untuk sektor kelautan di Sumatera Barat. Dengan pengawasan yang ketat dan penerapan standar kualitas yang tinggi, diharapkan ekspor hasil laut Sumatera Barat akan terus meningkat di masa mendatang.