UE-RI Jalin Kerja Sama Jaga Sumber Daya Laut, Kucurkan Dana Rp121,5 Miliar
Uni Eropa dan Indonesia resmi bekerja sama menjaga sumber daya laut melalui hibah 7 juta euro (Rp121,5 miliar) untuk mendukung pengelolaan laut berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi.

Uni Eropa (UE) dan Indonesia resmi menjalin kerja sama untuk melindungi dan melestarikan sumber daya laut demi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, dalam wawancara di Jakarta pada Rabu, 5 Maret 2024. Kerja sama ini ditandai dengan pemberian hibah senilai 7 juta euro atau setara dengan Rp121,5 miliar dari UE kepada pemerintah Indonesia.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup kerja sama ilmiah di bidang maritim. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan sumber daya laut, termasuk ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia. Menurut Dubes Chaibi, dukungan UE terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh posisi Indonesia sebagai pemain regional utama dan potensi sumber daya alamnya yang besar, yang bermanfaat bagi dunia secara berkelanjutan.
Selain kerja sama pengelolaan sumber daya laut, UE dan Indonesia juga tengah menegosiasikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Hal ini menandakan potensi besar bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara kedua pihak. UE juga menyatakan minatnya untuk mengembangkan berbagai bidang kerja sama lainnya dengan Indonesia, termasuk ekonomi digital dan peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Eropa.
Hibah untuk Pengelolaan Laut Berkelanjutan
Penandatanganan Perjanjian Kontribusi antara Badan Pembangunan Prancis (AFD) dan UE menandai dimulainya kerja sama pengelolaan laut yang berkelanjutan. AFD akan mendelegasikan pengelolaan hibah UE kepada Pemerintah Indonesia. Dana hibah sebesar 7 juta euro ini akan digunakan untuk mendukung program "Untuk Pengelolaan Laut yang Berbasis Bukti dan Berkelanjutan", yang merupakan bagian dari inisiatif Global Gateway Tim Eropa.
Hibah tersebut akan dialokasikan untuk dua program utama. Sebesar 3,55 juta euro (Rp61,6 miliar) akan disalurkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, sementara 3,45 juta euro (Rp59,8 miliar) akan diberikan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dana ini akan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk pelatihan, pengumpulan data keanekaragaman hayati dan iklim laut, pemulihan ekosistem pesisir, serta upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pelabuhan. Program ini direncanakan akan berlangsung selama lima tahun.
Dukungan Tambahan dari AFD
Hibah dari UE ini melengkapi dua pinjaman sebelumnya dari AFD kepada Indonesia. Pinjaman pertama sebesar 98,6 juta euro (Rp1,7 triliun) ditujukan untuk proyek pelabuhan perikanan ramah lingkungan, yang akan memodernisasi empat pelabuhan perikanan di Indonesia. Sedangkan pinjaman kedua, sebesar 89 juta euro (Rp1,5 triliun), diperuntukkan bagi KrisNA Project oleh BRIN untuk pengadaan dua kapal penelitian multidisiplin yang canggih.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pengelolaan sumber daya laut di Indonesia akan semakin baik dan berkelanjutan. Hal ini akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakatnya. Kerja sama ini juga menunjukkan komitmen UE dalam mendukung upaya Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan laut.
Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam upaya global untuk melindungi laut dan sumber daya alamnya. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Dukungan UE ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Indonesia dalam mengelola sumber daya lautnya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan demikian, manfaatnya akan dirasakan tidak hanya oleh Indonesia, tetapi juga oleh dunia internasional.
"Indonesia punya sumber daya alam yang sangat besar. Jadi, itu adalah sumber daya alam Indonesia, tetapi bermanfaat bagi seluruh dunia dalam hal berkelanjutan," ujar Dubes Chaibi, menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menjaga kelestarian laut.