17 Ton Ikan Segar Babel Raih Sertifikasi Ekspor, Dorong Peningkatan Nilai Ekspor Perikanan
Badan Mutu KKP Kepulauan Bangka Belitung sertifikasi 17 ton ikan segar untuk ekspor, menandai peningkatan potensi perikanan Babel dan komitmen terhadap keamanan pangan.

Pada hari ketiga Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, Badan Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil mensertifikasi 17 ton ikan segar untuk ekspor ke berbagai negara. Sertifikasi ini dilakukan oleh UPT Badan Mutu KKP Kepulauan Babel, yang dipimpin oleh Dedy Arief. Proses sertifikasi ini memastikan kualitas dan keamanan pangan ikan sebelum diekspor, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia.
Kepala UPT Badan Mutu KKP Kepulauan Babel, Dedy Arief, menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen memberikan layanan penjaminan mutu hasil perikanan, termasuk selama periode Lebaran. Hal ini untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang aman dan berkualitas. Dedy juga menekankan inovasi digital yang dimiliki, yaitu Siap Mutu dan POPI, yang beroperasi 24/7 melalui WaBot untuk memberikan informasi dan layanan sertifikasi.
Potensi ekspor ikan di Babel terus meningkat. Sepanjang tahun 2024, tercatat 13 ribu ton ikan telah diekspor dengan nilai mencapai Rp550 miliar. Data Badan Mutu KKP Babel juga menunjukkan produksi udang vaname di Babel mencapai 20 ribu ton per tahun, berkontribusi 1 persen terhadap target produksi udang nasional. Keberhasilan ini membuka peluang untuk melakukan ekspor langsung (direct export) dari Babel, dengan tetap menerapkan penjaminan mutu yang ketat untuk memenuhi standar internasional.
Peningkatan Ekspor dan Standar Keamanan Pangan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya telah menyatakan bahwa pembentukan Badan Mutu KKP bertujuan untuk menjadi otoritas kompeten dalam penjaminan mutu hasil kelautan dan perikanan. Mekanisme pengendalian dan pengawasan yang diterapkan meliputi seluruh rantai pasok, dari hulu hingga hilir. Hal ini dilakukan untuk memenuhi standar keamanan pangan internasional dan mendukung program penyediaan pangan sehat bagi masyarakat Indonesia.
Sertifikasi 17 ton ikan segar ini merupakan bukti nyata komitmen tersebut. Proses sertifikasi yang ketat memastikan bahwa produk perikanan Babel memenuhi standar keamanan pangan internasional, sehingga dapat diterima di pasar internasional. Dengan demikian, Babel dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional melalui sektor perikanan.
Badan Mutu KKP Babel terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan inovasi untuk mendukung peningkatan ekspor produk perikanan. Inovasi digital seperti Siap Mutu dan POPI diharapkan dapat mempermudah akses informasi dan layanan sertifikasi bagi pelaku usaha perikanan di Babel.
Potensi Perikanan Babel dan Strategi Pengembangan
Data produksi udang vaname yang mencapai 20 ribu ton per tahun menunjukkan potensi besar perikanan di Babel. Kontribusi 1 persen terhadap target produksi udang nasional merupakan capaian yang signifikan dan perlu terus ditingkatkan. Dengan menerapkan penjaminan mutu yang ketat, Babel dapat meningkatkan daya saing produk perikanannya di pasar internasional.
Strategi direct export dari Babel akan semakin memperkuat posisi Babel sebagai penghasil produk perikanan berkualitas. Hal ini akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah terus mendukung pengembangan sektor perikanan di Babel melalui berbagai program dan kebijakan.
Ke depan, Badan Mutu KKP Babel akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan inovasi untuk mendukung peningkatan ekspor produk perikanan. Komitmen terhadap keamanan pangan dan penerapan standar internasional akan menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan nilai ekspor perikanan Babel.
Dengan peningkatan ekspor dan penerapan standar keamanan pangan yang ketat, diharapkan sektor perikanan di Babel akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Inovasi dan komitmen pemerintah menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut.