Bangli Terapkan E-Retribusi Pasar: Modernisasi dan Transparansi di Pasar Tradisional
Pemkab Bangli luncurkan E-Retribusi pasar tradisional untuk modernisasi pengelolaan, peningkatan transparansi, dan efisiensi pembayaran retribusi.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, meluncurkan sistem E-Retribusi pasar pada Minggu, 30 Maret 2024, di halaman parkir Kantor Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Kecamatan Susut. Inisiatif ini diluncurkan oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, untuk memodernisasi pengelolaan pasar tradisional, meningkatkan transparansi, dan efisiensi pembayaran retribusi. Sistem ini diharapkan mempermudah pedagang dalam membayar retribusi, meningkatkan akuntabilitas, dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah. Peluncuran ini juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem pasar yang lebih modern dan efisien.
Sistem E-Retribusi Pasar Bangli merupakan sebuah langkah maju dalam meningkatkan pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah. Dengan sistem ini, pembayaran retribusi pasar tradisional dilakukan secara non-tunai, memanfaatkan berbagai metode pembayaran digital, seperti QRIS, transfer bank, dan dompet digital. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir kontak fisik selama transaksi dan meningkatkan keamanan.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi ini dan berharap sistem ini akan memberikan dampak positif bagi pedagang dan pendapatan asli daerah (PAD). Ia didampingi oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam acara peluncuran tersebut. Kehadiran pejabat lainnya seperti penjabat Sekretaris Daerah Bangli, Kepala Divisi dana dan jasa Bank BPD Bali, Kepala cabang BPD Bangli, Camat Susut, dan Kapolsek Susut juga turut menandai pentingnya inisiatif ini.
Modernisasi Pasar Tradisional Bangli melalui E-Retribusi
Peluncuran E-Retribusi Pasar di Bangli merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah yang lebih efisien dan transparan. Sistem ini dirancang untuk mempermudah pedagang dalam melakukan pembayaran retribusi, sekaligus meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah.
Sebelum diluncurkan, sistem E-Retribusi telah melalui tahap uji coba dan sosialisasi kepada para pedagang. Pemerintah Kabupaten Bangli juga menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi para pedagang yang membutuhkan bantuan dalam menggunakan sistem ini. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan transisi ke sistem digital berjalan lancar dan mudah dipahami oleh semua pihak.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan para pedagang dapat lebih mudah dan efisien dalam mengelola keuangan usahanya. Transaksi yang lebih transparan juga akan meningkatkan kepercayaan antara pedagang dan pemerintah daerah.
Sistem E-Retribusi ini juga memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam memantau dan mengelola pendapatan retribusi pasar. Data yang tercatat secara digital akan memudahkan dalam proses pelaporan dan analisis keuangan.
Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Salah satu tujuan utama dari penerapan E-Retribusi Pasar adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional. Dengan sistem pembayaran yang lebih terkontrol dan transparan, diharapkan potensi kebocoran pendapatan dapat diminimalisir.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, optimis bahwa sistem E-Retribusi akan berkontribusi pada peningkatan PAD. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi dan pelatihan yang telah dilakukan kepada para pedagang bertujuan untuk memastikan kelancaran implementasi sistem ini.
Selain peningkatan PAD, sistem E-Retribusi juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem pasar yang lebih modern dan efisien. Dengan sistem pembayaran non-tunai, transaksi menjadi lebih cepat dan aman, serta mengurangi potensi penyalahgunaan dana.
Keberhasilan implementasi E-Retribusi Pasar di Bangli diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam memodernisasi pengelolaan pasar tradisional.
Dengan sistem ini, diharapkan pengelolaan pasar tradisional di Bangli akan menjadi lebih modern, efisien, dan transparan. Hal ini akan berdampak positif bagi pedagang, pemerintah daerah, dan masyarakat secara keseluruhan.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Peluncuran E-Retribusi Pasar di Bangli mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank BPD Bali yang menyediakan infrastruktur pendukung sistem pembayaran digital. Kehadiran perwakilan Bank BPD Bali dalam acara peluncuran menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung program modernisasi pasar tradisional di Bangli.
Dukungan dari pihak kepolisian dan camat juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antar instansi pemerintah dalam mendukung keberhasilan program ini. Kolaborasi yang baik akan memastikan kelancaran implementasi dan pemantauan sistem E-Retribusi.
Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kerjasama dan dukungan dari semua pihak yang terlibat. Komitmen pemerintah daerah, pedagang, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi E-Retribusi Pasar di Bangli.
Implementasi E-Retribusi Pasar di Bangli menandai sebuah langkah maju dalam memodernisasi pengelolaan pasar tradisional di Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pendapatan dari sektor pasar tradisional.